Ditipu Dukun Pengganda Uang, Rp 5 Juta Melayang

MALANG POST - Zaman sudah modern sepertinya bukan menjadi jaminan menjauhkan masyarakat dari hal-hal yang berbau klenik. Kejadian inilah, yang membuat Siswanto, 43 tahun warga Dusun Begawan RT24 RW03, Desa Pandansari, Kecamatan Jabung harus merelakan uangnya sekitar Rp 5,5 juta akibat ditipu dukun pengganda uang pada awal Mei 2013 lalu.
Beruntung, dalam kejadian yang berlangsung di rumahnya itu, pelaku dari aksi tersebut berhasil ditangkap petugas. Tersangka yang teridentifikasi bernama Slamet, 42 tahun warga Dusun/Desa Kedungudi RT02 RW01, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto kini harus mendekam di Rutan Mapolsek Jabung. Peristiwa bermula ketika Minggu (5/5) lalu itu, korban yang tengah ada di rumah, didatangi oleh saudaranya yakni Pii bersama tersangka. Saat sedang ngobrol-ngobrol itulah, korban bercerita kalau dirinya lagi membutuhkan uang.
Bermula dari pembicaraan itu, tersangka pun langsung mengaku kalau dirinya bisa menggandakan uang. Hanya saja untuk melakukan prosesi itu, butuh beberapa perlengkapan seperti minyak dan dupa khusus. Termasuk, uang asli yang nantinya akan digandakan.
Tanpa pikir panjang, Siswanto pun kemudian menanyakan harga dari kebutuhan barang-barang untuk melakukan prosesi penggandaan uang. Setelah dihitung-hitung, akhirnya muncul angka Rp 3,5 juta, untuk membeli segala keperluan penggandaan uang. Selanjutnya, korban pun langsung memberikan uang sebesar kebutuhan prosesi kepada tersangka.
Berselang dua hari atau Selasa (7/5), tersangka kembali ke rumah korban. Kali ini, pelaku sudah membawa segala kebutuhan prosesi. Termasuk, uang tambahan milik korban yang dikirim via transfer, setelah pelakunya membelikan kebutuhan prosesi.
Dengan memanfaatkan salah satu kamar korban, pelaku pun kemudian masuk seraya mengaku akan menjalankan prosesi. Sambil meminta bantuan kardus untuk dimanfaatkan sebagai tempat uang nantinya, tanpa curiga permintaan itu pun dilayani oleh korbannya.
Berselang beberapa jam kemudian, tersangka kemudian keluar dari kamar korban. Selanjutnya, meminta kepada korban agar kardus yang ada di kamar tersebut, tidak boleh dibuka hingga Senin (13/5) besok. Korban yang percaya, mengiyakan begitu saja permintaan pelaku. Kemudian, tersangka pun pulang ke rumahnya di Mojokerto.
“Sekitar sehari usai prosesi, tanpa disangka kardus yang ada di kamar korban, tiba-tiba terjatuh karena terkena kucing. Istri korban yakni Siti Fatimah yang mengetahui kejadian itu, kontan langsung menuju ke kamar seraya hendak memposisikan kembali kardus yang terjatuh itu. Saat kardus akan ditaruh itulah, nyatanya uang pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu, ada yang keluar dari kardus,” kata Kapolsek Jabung, AKP Yatmo.
Saksi yang tidak tahu jika uang itu adalah mainan, tambah kapolsek, awalnya sangat senang dan langsung menghampiri suaminya. Hanya saja, setelah dicek, korban pun menjadi terkejut karena uang yang dijanjikan adalah uang mainan. Sadar menjadi korban penipuan, korban pun kemudian menghubungi pelaku. Dengan alasan jika uangnya sudah jadi, pelaku pun kemudian datang untuk meminta upah dari prosesi yang sudah dilakukan.
“Saat pelaku sampai di rumah korban, selanjutnya tersangka pun diamankan. Pelaku sendiri nyaris menjadi bulan-bulanan warga, karena aksi penipuannya terungkap,” tambah kapolsek.
Slamet sendiri dalam keterangannya, menjelaskan, kalau dirinya hanya diminta tolong. Itu pun, bukan untuk penggandaan uang. Namun, menarik uang dengan melakukan prosesi khusus. Karena dirinya tidak tahu dan keburu menerima uang untuk keperluan prosesi penggandaan uang, akhirnya membelikan uang mainan di Mojokerto.
“Saya hanya diminta tolong, makanya kemudian memakai cara itu. Mengenai uang korban, semuanya ya sudah habis untuk membeli minyak dan dupa. Sementara uang yang ditransferkan korbannya, itu hanya Rp 1 juta dan bukan Rp 2 juta. Uang itu diberikan, setelah saya membeli keperluan untuk prosesi menggandakan uang,” ujar Slamet. (sit/aim)