Nenek 60 tahun Terbakar akibat puntung rokok

MALANG POST - Mariam (60 tahun) meronta di depan Warung Mbak Poer Jalan Puntodewo no. 19 Kelurahan Kecamatan Blimbing, kemarin. Sekujur tubuh perempuan tunawisma itu diselimuti asap, bahkan api masih menyala di pinggangnya. Gelandangan ini, terbakar seluruh tubuhnya, ketika sedang istirahat di halaman warung tersebut.
Pemandangan mengerikan itu masih terbayang dalam ingatan Sri Ningsih (56 tahun), warga Jalan Puntodewo. Sri sapaan akrabnya, yang pertama kali menemukan Mariam dalam kondisi terbakar. Rumahnya hanya berjarak 10 meter dari tragedi yang menimpa perempuan sepuh itu.
”Saya dengar teriakan tolong-tolong, pas saya lihat ke luar rumah, ibu itu (Mariam) diselimuti asap, api masih membakar jarik yang melingkar di pinggang dia,” aku Sri kepada Malang Post.
Sri menduga, Mariam terbakar akibat puntung rokok yang dia isap. Sebab, tunawisma itu baru saja membeli rokok merek Surya. Diduga, setelah menghisap rokok, Mariam tertidur hingga kemudian api membakar pakaiannya.
”Saya panggil Pak RT, kemudian menghubungi Polisi, tak berapa lama polisi dan SAR datang ke lokasi,” imbuhnya.
Hampir seluruh pakaian Mariam habis akibat tragedi tersebut. Dokter yang juga datang ke lokasi langsung memberikan infus. Setelah dirawat darurat, tubuh ringkih Mariam dibawa ke ambulan reyot milik SAR Pakem.
“Ibu itu memang tunawisma, baru datang di wilayah sini tadi pagi sekitar jam lima, ngakunya dari Gunung Kawi,“ tandas Sri.
SAR Pakem dipimpin Slamet Mujianto (43 tahun), kemudian melarikan Mariam ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA). Begitu masuk IGD, tubuh perempuan berambut putih itu langsung dibalut kain steril. Berulangkali, perawat menyemprotkan cairan ke tubuhnya.
”Perempuan ini berteduh di teras rumah warung Mbak Poer, memang diperkirakan terbakar bajunya oleh puntung rokok,” Kata Kopral, sapaan akrab Slamet.
Dokter sempat kewalahan mendata sang korban. Sebab, Mariam dalam kondisi tak stabil dan diperkirakan sudah pikun. Hebatnya, ditengah kondisinya yang memprihatinkan, Mariam masih sempat bicara kepada Malang Post.
”Kulo mboten gadhah griyo,” ucapnya lirih.
Dokter jaga IGD RSSA, mengatakan, Mariam mengalami luka bakar tingkat tiga. Selama beberapa hari ke depan masih akan dilakukan pembersihkan pada luka tunawisma itu. Apakah akan dilakukan operasi dan siapa yang membiayai? Pihak IGD belum bisa memberikan jawaban yang pasti.
”Kami masih membersihkan luka gosong, operasi tergantung hasil pemeriksaan laboratorium dan hemodinamiknya,” terang dokter perempuan itu.(Bagus Ary Wicaksono)