Reidivis Dibekuk Edarkan Ganja

KEPANJEN - Pernah dihukum menjual ganja dan pil LL tidak  membuat Muhaimin alias Surno penjual sayur asal Kabupaten Kediri kapok. Faktanya, kemarin pria berusia 32 tahun tersebut kemarin kembali tertangkap karena mengulangi kasus yang pernah menimpanya dulu, kali ini hanya mengedarkan daun ganja saja.
Akibat perbuatannya itu, bapak dua ini harus kembali mendekam di tahanan Mapolres Malang. “Tersangka ditangkap petugas reskoba, ketika melakukan transaksi di salah satu kebun sayur Singosari,“ Kata Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi kepada wartawan kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, Surno dibekuk petugas penyidik reskoba hendak melakukan transaksi dengan Herianto alias Bonsai. Kemudian petugas mengembangkan kasus tersebut setelah menangkap pedagang sayur lainnya, Syaiful Abdullah, 21 tahun, warga Desa Tunjungtirto, Singosari, yang menjadi pengguna ganja pada (27/3).
“Nah dari Syaifull Abdullah ini muncul nama Surno. Dihadapan penyidik yang memeriksanya, Abdullah mengaku membeli daun ganja dari Surno ini,” kata Mas’udi. Berbekal keterangan dari Abdullah ini petugas akhirnya melakukan penyelidikan selama satu minggu dan akhirnya menangkap tersangka.
Dihadapan penyidik yang memeriksanya dia mengaku mengenal  Heriyanto, warga Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri sekitar sebulan lalu. Ia hendak menjual ganja satu poket Rp 200.000 kepada Heriyanto. Ganja itu didapatkan dari seseorang berinisial BS yang dikenalnya melalui telepon.
Kemudian Surno mengaku ganja itu diambil dari sebuah tong sampah di Stasiun Jombang. Ia mengetahui tempatnya setelah dipandu oleh BS.  Ia membeli barang haram itu Rp 600 ribu kemudian dipecah menjadi empat bagian. “Per poket saya jual Rp 200 ribu Sehingga saya mendapat untung Rp 200 ribu saja,” tukasnya.
Menurutnya, ganja itu satu poket hendak dijual kepada Heriyanto. Namun, ia keburu ditangkap polisi. Ia pun mengaku pekerjaan itu bukan pertama kalinya. “Saya juga pernah tertangkap kasus pill LL dan ganja di Kediri, tahun lalu. Saya kemudian mencoba transaksi di Malang, dengan harapan tak ada polisi Kediri yang tahu,” cetusnya.
Maksud tersebut, bukan untung malah bunting yang diterimanya. Diapun terancam kurungan minimal lima tahun penjara dan maksimal seumur hidup. “Tersangka kami jerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan saat ini barang bukti ganja masih diperiksa ke Puslabfor Mabes Polri Cabang Surabaya,“ tandasnya. (big/aim)