Tanpa Autopsi, Langsung Dimakamkan

MALANG - Satu demi satu, tiga siswa SDN Bumiayu 4, yang hanyut di sungai Brantas, di bawah jembatan lori, yang menghubungkan Gadang dan Bumiayu ditemukan.
Kali pertama, jazad Sukemi, 12 tahun ditemukan Mawardi, pamannya sendiri dan beberapa warga yang melakukan pencarian, Senin (13/5) sekitar pukul 22.00. di bebatuan sungai yang masuk wilayah Desa Watudakon, Pakisaji. Sekitar satu kilometer dari lokasi dia tenggelam. Tubuh gadis mungil ini, lantas dibawa ke rumahnya, Jalan Kiai Parseh Jaya Malang usai dievakuasi.
Ketua RW05 Bumiayu, Suprayitno menjelaskan, polisi dan keluarga korban sudah sepakat tidak membawa jenazah Sukemi ke kamar mayat RSSA Malang, karena sudah mengikhlaskan kematiannya. ‘’Kami sudah berbicara dengan polisi. Mereka setuju untuk membawa jenazah Sukemi ke rumah duka setelah ditemukan. Keluarga juga diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan menuntut siapapun akibat musibah ini,’’ terangnya.  
Kepada Malang Post, Suprayitno mengaku akan segera merembukkan dengan warga lainnya, untuk mengadakan selamatan warga, atas terjadinya peristiwa yang merenggut nyawa tiga warganya itu.
‘’Kami akan segera selamatan, setelah anak-anak itu ditemukan semua,’’ ujarnya. Kemarin pagi, saat jenazah Sukemi hendak dimakamkan di TPU Bumiayu, Tim SAR gabungan dan warga, kembali menemukan tubuh Maulidia Ulfa. Dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sungai yang membelah Desa Ketapang, Kepanjen.
Penemuan ini membuat warga dan Tim SAR melakukan evaluasi untuk mencari titik temu keberadaan Delia Eka Purnama, teman kedua korban yang sama-sama hanyut.
‘’Kalau melihat lokasi penemuan antara jazad Sukemi dan Ulfa, ada kemungkinan tubuh Delia berada tidak jauh dari kedua temannya ini,’’ ungkap Orin, anggota SAR Mahameru Malang.
Prediksi ini benar. Sekitar pukul 11.00, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan tubuh Delia menyembul di Sungai Molek. Sama dengan dua korban lainnya, jenazah Delia juga dibawa ke rumahnya.
Keberhasilan menemukan jenazah ketiga korban tenggelam dalam waktu cepat, diapresiasi Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono yang kemarin pagi ikut berjaga di lokasi kejadian.
Dia lantas mengumpulkan anggota SAR ini di dekat posko dan mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR gabungan yang berhasil menemukan tiga bocah itu dalam waktu 24 jam.
Mantan Kasat Intel Polres Malang Kota ini, juga merogoh koceknya untuk membayari makan anggota SAR sebagai tanda syukur ditemukan tiga korban tersebut.
‘’Kita memang butuh sumber daya manusia yang bisa cepat menangani musibah seperti ini agar tidak muncul korban lain,’’ tegasnya.
Seperti diketahui, empat siswi SDN Bumiayu 4 diketahui hanyut di Sungai Brantas, bawah jembatan lori yang menghubungkan Gadang dan Bumiayu, Malang.
Salah satu korban, Faisyah Fitri  berhasil selamat setelah Imron, salah seorang teman sekolahnya menariknya dengan potongan bambu. Sementara Delia, Ulfa dan Sukemi hilang ditelan air sungai. (mar/big/ary)