Jambret Sikat Tas dan Kalung

MALANG–  Sudah saatnya masyarakat tidak melewati jalan-jalan yang rawan kejahatan atau menggunakan perhiasan yang berlebihan. Sebab, kejahatan jalanan terus mengincar korbannya. Buktinya, Rabu (15/5) malam, dua penjambret beraksi di Jalan Veteran Malang. Korbannya, Rendy Oktaviandi, 30 tahun, warga Jalan Ikan Gurami Malang. Dia menjadi korban kejahatan jalanan ketika melintas di Jalan Veteran (depan Taman Makam Pahlawan). Kepada polisi, dia mengaku saat itu baru saja bertandang ke rumah temannya dengan mengendarai motor. Tak disadarinya, ketika melintas di TKP, dua pelaku yang menggunakan satu motor memepetnya. Dengan cepat, tas yang dibawanya ditarik hingga membuatnya harus jatuh dari motor.
“Saya kaget karena tiba-tiba dari samping ada motor yang memepet saya dan menarik tas,” terang dia.  Mulanya, Rendy berusaha mengejar pelaku namun sayang motornya kalah cepat sehingga pelaku berhasil lolos. Menurut dia, di tasnya berisi Samsung Galaxy Tab dan dompet berisi surat-surat penting, serta uang Rp 300.000. Korban pun lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Malang Kota. Dia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 5 juta. Sementara itu, sehari sebelumnya, Selasa (14/5), dua jambret juga beraksi di Jalan Manyar Malang. Eny Yuliati, 54 tahun yang sedang menyapu di depan rumahnya dijambret.
Dua pelaku menarik kalung emas seberat 25 gram yang dipakainya. Peristiwanya terjadi saat sedang menyapu di halaman rumahnya. Ketika itulah, dia didatangi dua pemuda yang tidak dikenal. Satu diantaranya turun dari motor dan mendekatinya. “Dia tanya alamat ke saya. Belum sempat dijawab, pelaku sudah menarik kalung emas yang saya pakai. Saya sempat minta tolong tapi pelakunya sudah kabur,” ujarnya kepada polisi. Akubat kejadian ini, Eny menderita kerugian Rp 15 juta.  “Kami berupaya menyelidiki kasus tersebut. Tim yang masih ada di lapangan masih mencari informasi,” kata Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK. Dia mengimbau agar masyarakat selalu waspada selama di jalan. dan tidak memakai perhiasan berlebih agar tidak mengundang pelaku kejahatan. (mar)