Sekolah Singosari Rawan Kejahatan

polisi melakukan olah TKP di SMKN 2 Singosari.

SMAN 1 Dirampok, SMKN 2 Dibobol Pencuri
SINGOSARI- Kepala sekolah di wilayah Singosari harus mulai mewaspadai kejahatan yang bakal terus terjadi. Dini hari kemarin, SMAN 1 Singosari di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Desa Banjararum, Singosari disatroni delapan perampok. Meski hanya brhasil membawa kabur uang Rp 200.000 dan kamera digital senilai Rp 1,8 juta, namun kasus perampokan itu menjadi atensi jajaran Polsek Singosari dan Satreskrim Polres Malang. Informasi yang didapat, perampokan itu terjadi pukul 02.00. Ketika itu, sekolah hanya dijaga dua orang, Mastam, 45 tahun, warga Desa Banjararum, Singosari dan Suen, 55 tahun, warga Kelurahan Kalirejo, Lawang. Ketika itu, Mastam berjaga di salah satu ruangan belakang sekolahan. Sementara Suen, berjaga di pos depan gerbang sekolahan.
“Seingat saya, empat orang datang dari arah Timur sementara empat orang lagi datang dari arah Barat. Mereka semua memakai cadar dan membawa celurit. Saya lalu diancam agar tidak berteriak,” tutur Suen ditemui di Mapolsek Singosari kemarin. Kawanan perampok itu kemudian menutup wajah Suen. Kedua kaki dan tangannya juga diikat menggunakan tali rafia. Setelah itu, dia dimasukkan ke dalam pos penjagaan. Setelah melumpuhkan dia, para perampok ini kemudian membobol ruang tata usaha (TU). Di dalam ruangan TU, sebenarnya terdapat brankas yang dibuat untuk penyimpanan uang. Hanya saja, di dalam brankas tersebut hanya tersisa uang senilai Rp 200.000. Selain itu, para pelaku juga menggondol kamera digital poket di meja, lalu kabur.
Suen sendiri berhasil dilepaskan oleh Mastam yang saat itu mengontrol pintu di sekolahan tersebut. “Lalu, kami telpon ke Kepala SMAN 1 Singosari, Sahadi S.Pd, untuk melaporkan kejadian ini,” papar Suen. Selang 30 menit kemudian, giliran SMKN 2 Singosari yang menjadi sasaran pencuri. Pelaku yang diduga lebih dari seorang menggondol barang-barang berharga di dalam sekolah tersebut. “Kejadiannya kapan masih belum bisa dipastikan. Namun peristiwa pencuriannya baru diketahui pagi tadi (kemarin). Kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp 40 juta,” ungkap Wakapolsek Singosari, AKP Giono. Dijelaskan dia, pelaku masuk ke halaman sekolah dengan melompat dinding pagar setinggi 1,5 meter di belakang sekolah. Begitu berhasil masuk halaman, pelaku lalu menuju ruang tata usaha (TU).
Untuk masuk ke ruang tersebut, pelaku merusak pintu dengan mencongkelnya. Tak menemukan barang berharga di ruangan itu, para pelaku menuju ruangan lainnya. Kali ini, kawanan pelaku menuju ruangan administrasi ataupun bendahara. Untuk masuk ke dalam ruangan ini, para pelaku pencurian menggunakan cara yang berebda dari sebelumnya. Kali ini, cara yang digunakan adalah dengan mencongkel jendela. Di dalam dua ruangan ini, kawanan pelaku tersebut membobol brankas dengan mencongkelnya. Kawanan pencurian menguras isi brankas berupa uang tunai senilai Rp 35 juta. “Kata pihak sekolah, uang tunai itu adalah hasil pembayaran SPP dari para siswanya,” terang Giono. (big/mar)