Ngaku Polisi Rampas Truk

DAMPIT– Awas, kawanan perampok kini juga mulai mengincar kendaraan truk. Seperti yang terjadi Kamis (16/5) malam di Jalan Raya Sumberkembar, Dampit. Lima pelaku yang sebelumnya mengaku sebagai polisi ini, berhasil merampas truk Mitsubhisi nopol N 8663 UI.
Mereka berhasil membawa kabur truk setelah melumpuhkan sopir dan kenek truk. Boiman, 38 tahun, sopir truk warga Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Dampit dan keneknya Gatot Slamet, 35 tahun, warga Dusun Tugusari, Desa Bumirejo, Dampit ini disekap lalu dibuang di sekitar Pepen – Pakisaji. “Kedua tangan sopir dan kenek itu diborgol. Mata dan mulut mereka juga ditutup dengan lakban,” ungkap salah satu petugas di Polres Malang. Aksi perampasan truk itu sendiri, terjadi sekitar pukul 22.00. Ceritanya, bermula dari Boiman bersama keneknya Gatot, melajukan truk dari arah Dampit tujuan ke Tirtoyudo. Ketika melintas di lokasi kejadian, tepatnya di depan Garasi Bus Malinda, tiba-tiba dihentikan oleh lima pelaku yang naik mobil Toyota Avanza warna hitam.
Kelima pelaku ini mengaku sebagai polisi dan meminta Boiman untuk menghentikan truk. Karena tidak curiga, Boiman lantas berhenti. Sopir dan kenek truk, kemudian diminta turun. Dengan ditodong pistol, sopir dan kenek truk diminta masuk mobil Avanza. Keduanya dituduh terlibat kejahatan dan akan dibawa ke Polres Malang. Kemudian, truk yang dikemudikan dua pelaku balik arah ke arah Kepanjen dan beriringan dengan mobil Avanza. Saat dalam perjalanan inilah, tangan sopir dan kenek diborgol yang kemudian mata serta mulutnya ditutup. Setelah itu, mereka dibuang di sekitar Pepen, Pakisaji. Setelah mereka berhasil melepas penutup mulut dan mata, mereka lalu meminta pertolongan kepada warga sekitar yang kemudian melapor ke Polsek Kepanjen. Tetapi karena TKP awalnya berada di Dampit, lalu disarankan untuk melapor ke Polsek Dampit. (agp/mar)