Bayar Utang, Curi Burung

INTEROGASI : Tersangka Mahmud Arif, bersama barang buktinya
PAKISAJI– Berdalih kepepet butuh uang untuk membayar utang, membuat seorang bapak satu anak ini gelap mata. Mahmud Arif, 26 tahun, warga Jalan Pahlawan Badjuri – Pakisaji ini, pagi kemarin nekat mencuri burung pleci milik Diono, 55 tahun, warga Jalan Adi Santoso Gg Laos, Kepanjen. Namun bukannya hasil yang didapat. Tetapi pria yang kini istrinya tengah mengandung empat bulan ini, juga harus mendekam di balik terali besi Mapolres Malang. Dia dijebloskan ke dalam penjara, setelah tertangkap tangan. “Sebelum diserahkan ke sini (Polres Malang, red) dia lebih dulu diamankan oleh warga. Beruntung saat itu, warga tidak sampai menghakiminya,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi. Diperoleh keterangan, pagi kemarin sekitar pukul 09.00, tersangka Mahmud Arif ini berniat jalan-jalan ke Pasar Loak Kepanjen. Dia berangkat dari rumahnya dengan mengendarai sepeda ontel.
Untuk mempersingkat waktu, Mahmud melintas jalan pintas di Jalan Adi Santoso Kepanjen. Ketika melintas di depan rumah korban ini, tersangka melihat ada burung pleci di depan rumah korban. Karena melihat situasi sepi, tanpa pikir panjang tersangka lalu mengambilnya dan pergi. Namun belum sempat kabur jauh, aksinya dipergoki oleh korban yang langsung meneriaki maling. Para tetangga korban yang mendengar, lantas melakukan pengejaran. Begitu tertangkap, Mahmud langsung diserahkan ke Polres Malang. “Saya khilaf. Saya baru sekali ini mencuri. Burung itu sedianya akan saya jual dan uangnya untuk membayar utang,” kata tersangka Mahmud Arif. (agp/mar)