Gelapkan Mobil, Pelindung Konsumen Dibekuk

DAMPIT- Rosidi, 40 tahun, warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Dampit berurusan dengan Satreskrim Polres Malang Kota. Dia dilaporkan karena menjadi penadah mobil. Dari tangan anggota Pelindung Konsumen dan Pelaku Usaha (PKPU) Bedali, Lawang tersebut, polisi mengamankan dua mobil. Yakni Toyota Avanza, N 1358 A yang dirubah menjadi P 350 MA dan Daihatsu Xenia, 2011, N 805 DK. Menurut Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, dua barang bukti itu didapat dari dua perkara hukum yang membelit Rosidi. “Yang mobil Toyota Avanza merupakan mobil sewaan sedangkan mobil Daihatsu Xenia merupakan mobil kredit yang dilaporkan salah satu leasing di Surabaya, yang juga sudah dilaporkan ke Polda Jatim,” terangnya.
Menurut Dwiko, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan Ida, warga Pondok Blimbing Indah Malang yang melaporkan mobil Avanza sewa miliknya yang digelapkan Imam Syafi’i dan  Apriska Erfan, keduanya warga Malang, Januari 2013 lalu. Setelah diselidiki Ida melalui peralatan Global Positioning System (GPS) yang terpasang di mobil, diketahui bila mobil itu dibawa oleh Rosidi di daerah Kabupaten Malang. “Mulanya, korban berusaha meminta mobil itu. Namun ditolak oleh tersangka dengan alasan mobil itu digadaikan kepada dia sebesar Rp 20 juta. Tersangka mau mengembalikan kalau diberi uang Rp 25 juta,” ungkap mantan Kapolsek Wajak itu. Ida pun lantas memilih melaporkan penggelapan mobilnya tersebut ke Mapolres Malang Kota.
Setelah melapor itu, Ida dan beberapa anggota Tim Crime Cruiser Satreskrim Polres Malang Kota kembali mendatangi Rosidi. “Ternyata, diketahui kalau mobil tersebut malah dijual ke pihak lain. Tersangka RSD (Rosidi) diberi uang muka Rp 25 juta. Takut mobilnya berpindah tangan lagi, korban lalu membayar ganti rugi Rp 25 juta itu ke pembeli mobil,” lanjut Dwiko, sapaannya. Berhasil mendapatkan barang bukti, Imam Syafi’i dan Apriska Erfan ditangkap di rumahnya. “Kedua tersangka itu bahkan sudah disidang dan dihukum rata-rata dua tahun. Sayangnya, tersangka RSD yang juga diburu, malah menghilang dari rumahnya. Kami lantas mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO),” paparnya.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK menambahkan, setelah melakukan penyelidikan, anggotanya berhasil mengetahui keberadaan pria bertubuh tinggi besar itu di sekitar Pasar Dampit, beberapa waktu lalu. Saat dibekuk, Rosidi bersama Marsini, istrinya sedang naik mobil Daihatsu Xenia, N 805 DK. “Dia sempat melawan ketika anggota kami menangkapnya. Terpaksa kami tindak tegas dengan memborgol tangannya agar tidak melarikan diri,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu. Rosidi dan istrinya pun dibawa ke Mapolres Malang Kota. “Saat diperiksa inilah, pihak PKPU melalui Frans Lutfi Rachman SH, lawyer asal Surabaya mempraperadilankan kami. Alasannya, penangkapan yang kami lakukan terhadap tersangka RSD ini tidak sesuai dengan prosedur hukum,” urai Arief, sapaannya.
Menurut dia, selain dianggap menyalahi prosedut hukum, pengacara Rosidi meminta mobil Daihatsu Xenia yang ikut diamankan, dikembalikan kepada keluarganya. “Kami lalu menyelidiki mobil itu, dan diketahui kalau Daihatsu Xenia itu dilaporkan ke Polda Jatim oleh salah satu perusahaan finance  di Surabaya karena tidak dibayar. Dari hasil pemeriksaan, diketahui pula bila PKPU menerima titipan tiga mobil yang kasusnya mirip dengan Daihatsu Xenia dengan kewajiban membayar uang titipan masing-masing Rp 1 juta,” pungkasnya. (mar)