Warga Depok, Ditemukan Tewas di Puncak Gunung Arjuno

LAWANG - Nasib naas menimpa Eko Wahyudi, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Setelah dinyatakan hilang selama tiga hari tanpa kabar, pria berusia 30 tahun tersebut ditemukan tewas di puncak Gunung Arjuno. Hingga berita ini ditulis, jenazah masih proses evakuasi tim SAR Mahameru.
“Saat ini, proses evakuasi masih belangsung. Tim kami berjumlah 12 orang sudah berangkat tadi siang (kemarin) jam 11.30 WIB. Proses evakuasi diperkirakan membutuhakan waktu tujuh hingga delapan jam,“ kata Anang Kurniawan, salah satu anggota tim SAR Mahameru kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, Eko Wahyudi beserta 13 orang rombongan lainnya masuk jalur pendakian Gunung Arjuno pada hari Kamis (16/5), sekitar pukul 06.00. Mereka masuk jalur pendakian melalui pos izin PHPA Desa Wonorejo, Lawang.
Siangnya, rombongan itu mendirikan perkemahan di camp barak satu. Setelah mereka mendirikan perkemahan, Eko Wahyudi pamitan kepada teman-temanya untuk pergi hunting dengan membawa kameranya. Hingga ditunggu sampai malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, pria kelahiran Jakarta 18 April 1983 tak kunjung kembali ke perkemahan.
“Pada malam hari itu juga, teman-temannya melapor ke pos perizinan mengenai hilangnya Eko Wahyudi,“ terang Anang Kurniawan. Lebih lanjut dia menjelaskan laporan itu ditindak lanjuti oleh tim SAR Mahameru untuk melakukan pencarian saat itu juga disekitar area kebun teh, kebun jagung, kebun teh selatan, tapi hasilnya nihil.
Hingga pencarian hari Sabtu (18/5) yang dilakukan oleh tim SAR Mahameru, kata dia tak membuahkan hasil apa-apa. “Akhirnya kami memutuskan untuk memecah tim dan memperluas area pencarian,” terang pria yang akrab disapa Blontang ini. Ternyata, cara tersebut sangat efekti dan membuahkan hasil.
Salah satu anggota SAR Mahameru, pada hari Minggu sekitar pukul 10.30 WIB menemukan korban dalam kondisi sudah tak bernyawa di dekat Puncak Gunung Arjuno.. “Kemudian, kami mengirimkan tim evakuasi berjumlah 12 orang,” terangnya. Dia menjelaskan, saat ditemukan, korban berpakaian lengkap
Selain itu tambahnya, tak ditemukan bekas penganiayaan di tubuhnya saat ditemukan. Dia menduga, korban tewas lantaran mengalami hipotermia akibat kedinginan. “Saat itu, memang disini hujan cukup deras. Selain itu, korban membawa bekal seadanya seperti air minum dan rokok, yang ditemukan disekitar tubuhnya,” bebernya.
Usai proses evakuasi ucap Anang, rencana jenazah korban akan diidentifikasi oleh Polres Malang. “Selesai proses identifikasi, kemudian jenazah akan dibawa ke RSSA, sembari menunggu keluarganya datang ke Malang,” pungkasnya. (big/aim)