Tukang Las Tertangkap Basah Cabuli Pacarnya

DIGIRING : Wahyu Setyo Bangun, saat digiring oleh petugas Polres Malang menuju sel tahanan.

WONOSARI- Perbuatan Wahyu Setyo Bangun, warga Desa Sumberdem, Wonosari, sungguh keterlaluan. Pemuda berusia 20 tahun itu mencabuli pacarnya sendiri sebut saja Bunga, juga warga Desa Desa Sumberdem, Wonosari. Akibat perbuatannya, sejak kemarin, pria berporfesi tukang las tersebut, mendekam di sel tahanan Polres Malang.
Dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka mengaku berpacaran dengan Bunga sudah dua tahun yang lalu. “Hanya saja, hubungan saya putus nyambung dengan Bunga. Tapi, sejak enam bulan lalu, status saya dengan Bunga adalah pacaran,“ ujar pria yang akrab disapa Wahyu ini, kemarin.
Dia menjelaskan, perbuatan bejatnya itu dilakukan pada hari Senin (20/5). Saat itu, dia telepon Bunga untuk mendatangi rumahnya. Tanpa curiga, korbanpun memenuhi permintaan kekasih hatinya itu. Setelah datang, ternyata rumah Bunga sedang kosong. Dari situ, muncul niat jahat tersangka untuk melakukan tindakan asusila.
Wahyu merayu Bunga agar mau melakukan hal yang sepantasnya hanya dilakukan oleh sepasang suami istri tersebut. “Awalnya dia (Bunga) tak mau. Tetapi, setelah saya rayu dan saya berjanji mau bertanggungjawab, akhirnya dia mau juga. Jadi saya melakukan atas dasar suka sama suka,” katanya berkilah.
Dia mengaku melakukan perbuatan asusila itu, di dalam kamar Bunga. Namun, nasibnya apes. Saat melakukan perbuatan bejatnya itu, dia dipergoki oleh orang tua Bunga, yang tiba-tiba pulang. Tanpa dikomando, seketika itu juga orang tua Bunga langsung mengamankan tersangka dan membawanya ke Mapolsek Wonosari. Kemudian oleh Polsek Wonosari, tersangka dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.
Didesak penyidik yang memeriksanya, tersangka mengaku hanya satu kali melakukan perbuatan haram itu. “Selama enam bulan pacaran dengannya, ya baru sekali itu saya melakukan perbuatan itu,“ ucapnya lirih. Dia berkilah melakukan hal itu karena sayang kepada Bunga dan mau bertanggung jawab dengan menikahinya.
Akibat perbuatan yang dilakukan itu, di persidangan nanti telah menunggu ketukan palu hakim yang memvonisnya maksimal 15 tahun penjara. “Pasal yang kami jerat terhadap tersangka adalah 81-82 Nomor 23 tahun 2002 tentang undang undang perlindungan anak, dengan hukuman krungan penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun,” tukas Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi. (big/aim)