Obat-Obatan Pertanian Rp 60 Juta Digondol Maling

OLAH TKP : Petugas Polres Malang melakukan olah TKP di Toko Pertanian Roso Tunggal yang dibobol maling

PAKISAJI- Tindak kejahatan pencurian semakin merajalela di Kabupaten Malang. Setelah diguncang beberapa kali aksi perampokan, kemarin giliran toko Pertanian Roso Tunggal milik Djarot Christanto SE, di Jalan Raya Watudakon, Desa Kendalpayak, Pakisaji menjadi sasaran pencurian.
Pelaku yang diberkirakan lebih dari seorang ini, membawa kabur obat-obatan pertanian senilai Rp 60 Juta. Obat yang digondol antara lain, obat pestisida jenis score besar sebanyak 10 dus, score kecil sebanyak 15 dus dan beberapa obat pestisida yang kecil. “Obat pestisida pertanian jenis score ini, kalau dijual lagi memang mahal. Jadi pelaku pencurian, juga cukup mengerti dengan jenis obat-obatan pertanian,“ kata Djarot, saat ditemui Malang Post, di lokasi kejadian.
Diperoleh keterangan, aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi dini hari sekitar pukul 01.00. Saat kejadian itu, Djarot sedang berada di rumahnya yang terletak di Buring, Kedungkandang, Kota Malang. Pelaku sendiri masuk ke dalam toko dengan mencongkel pagar depan menggunakan linggis. Setelah pagar depan berhasil terbuka, pelaku kemudian mencongkel rolling door toko tersebut. Setelah terbuka pelaku lantas masuk mengambil obat-obatan pestisida jenis score yang mahal dan beberapa obat-obatan pertanian jenis lainnya. Begitu berhasil mendapatkan barang yang diincarnya pelaku kemudian kabur lewat jalan semula.
Kejadian itu diketahui kali pertama oleh  Sumiati, 33 tahun, warga Desa Kendalpayak, Pakisaji yang menjadi pegawai Djarot, sekitar pukul 05.30.
“Tahu pintu sudah tterlihat tercongkel, saya lalu telepon Pak Djarot untuk melaporkan kejadian itu,“ kata Sumiati di tempat yang sama.
Djarot yang mendapatkan kabar kurang mengenakan itu, seketika meluncur ke tokonya. Setelah tahu tokonya benar-benar kemalingan, diapun lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pakisaji. “Ini kejadian kedua kali, toko saya kemalingan. Sebelumnya pada tahun 2009, toko saya juga pernah disatroni maling,“ terang pria ramah ini.
Petugas sendiri yang mendapat laporan saat itu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kini kasus pencurian tersebut masih dalam proses penyelidikan petugas gabungan Polres Malang dengan Polsek Pakisaji. Hasil penyelidikan sementara, petugas menduga pelaku lebih dari seorang.
Selain itu juga, ditengarai pelakunya ada keterlibatan dengan orang dalam. “Kami masih mengumpulkan bukti yang tertinggal serta memintai keterangan dari para saksi. Untuk keterlibatan orang dalam kami belum bisa menyimpulkan. Ditunggu saja hasil penyelidikan yang kami lakukan nantinya,“ ungkap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari. (big/aim)