Rumah Ambrol Timpa Libom

MALANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang, Sabtu (25/5) kemarin, tidak hanya membuat banyak genangan air, di ruas jalan utama Kota Malang. Tapi juga merobohkan rumah milik Setyowati, warga Jalan Ir. Rais RT 06 RW 07 Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen.
Rumah tua yang dihuni dua keluarga itu, tak mampu menahan derasnya air hujan. Sekitar jam 16.00 WIB, usai hujan deras mereda, tiba-tiba atap bagian depan rumah Setyowati ambrol.
Tembok depan rumah yang ikut ambrol, sampai menimpa satu mobil Avanza, milik Subandi, yang tengah parkir di depan rumah naas itu. Kondisi bodi mobil bagian samping rusak berat tertimpa tembok yang ambrol.
‘’Hujannya sangat deras. Sebagian atap memang sudah banyak yang bocor. Saat hujan reda, tiba-tiba bagian depan rumah ambrol mulai atap sampai temboknya ambrol. Untungnya, kami yang ada di rumah sudah keluar rumah lebih dulu. Sehingga tidak sampai ada korban jiwa dalam kejadian itu,’’ ujar Setyowati kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, saat hujan sangat deras mengguyur, dia sudah memiliki firasat buruk terhadap rumah yang ditinggalinya. Karena itu, dia memilih keluar rumah bersama keluarganya yang berjumlah enam orang, termasuk dirinya, untuk ke rumah tetangga sebelah.
Benar saja, firasat itu menjadi kenyataan. Bagian depan rumahnya ambrol hingga menimpa mobil Avanza yang tengah parkir di depan rumahnya. Warga pun berusaha untuk memberikan material yang ambrol dari tengah jalan Ir. Rais yang padat.
‘’Rumah ini sebenarnya sudah mau di jual. Harganya sudah pas, hanya metode pembayarannya saja yang masih dibicarakan. Karena ini rumah warisan,’’’ ungkapnya.
Musibah rumah ambrol itu pun mendapat perhatian calon wakil wali Kota Malang terpilih dalam perhitungan cepat, Sutiaji. Sore kemarin, Sutiaji langsung mendatangi lokasi kejadian dan menemui pemilik rumahnya. Camat Klojen, Priyadi pun hadir pula di lokasi kejadian.
Karena masih ditempati penghuninya, ketua FPKB DPRD Kota Malang itu meminta Setyowati untuk sementara waktu pindah tempat ke yang lebih aman. Mengingat kondisi rumahnya yang belum ambrol pun sangat rawan ambrol kembali. Sebagian kayu di atapnya sudah melengkung dan rawan ambrol.
‘’Jangan ditempati dulu, bu. Lebih baik mengungsi sementara di tempat tetangga atau di rumah saudaranya. Rumah ini sangat rawan ambrol lagi, karena sebagian kayunya sudah sangat rapuh dan atapnya pun sudah banyak yang jatuh,’’ pinta Sutiaji.
Permintaan itupun diamini pemilik rumah. Sambil mengemasi barangnya, dia memilih untuk mengungsi ke tempat tetangga mereka, sampai kondisi rumahnya dianggap aman untuk ditempati kembali.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pendamping Cawali, H. Moch Anton itu akan meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk ikut membantu pengkondisian rumah yang ambrol itu. Mengingat kondisi rumah itu sangat rawan ambrol.
‘’Kalau memang akan dijual mungkin bisa segera. Karena bangunanya sudah tidak layak untuk dihuni lagi. Apalagi sudah ada harga yang cocok. Agar pemilik rumah bisa menempati rumah yang lebih layak dan aman,’’ tandasnya. (aim)