Kapolres Perintahkan Tembak di Tempat

MALANG - Gerah dengan maraknya tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan serta perampasan di Kabupaten Malang yang banyak terjadi belakangan ini, membuat Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIK geram. Dia memerintahkan jajaran di bawahnya, untuk tembak di tempat terhadap pelaku aksi kejahatan.
“Protap sikap tegas dengan tembak di tempat, memang ada dan telah diatur sebelumnya. Untuk itu, saya sudah memerintahkan kepada anggota kami, untuk melakukan hal itu, ketika menemui aksi kejahatan,” kata Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIK, saat dihubungi Malang Post, kemarin.
Pria yang pernah menjabat sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menjelaskan, protap tembak di tempat dilakukan oleh anggota kepolisian dengan berbagai catatan dan situasi. Seperti membahayakan korban, membahayakan anggota kepolisian itu sendiri, pelaku kejahatan melarikan diri, dan mengancam nyawa seseorang.
“Anggota kami sudah melakukan cara itu. Seperti, saat mengeler tersangka curanmor yang berontak dan melarikan diri, beberapa waktu lalu. Hanya saja, hal itu dilakukan kalau benar-benar genting, maupun membahayakan nyawa orang lain,“ bebernya. Selain kondisi tersebut, dia melarang keras anggotanya untuk melakukan tembak di tempat.
Sementara itu, dia tak memungkiri aksi kejahatan mulai mengancam dibeberapa tempat yang terbilang sepi. “Seperti perampokan yang terjadi di Poncokusmo tadi (kemarin), lokasinya memang sepi. Sehingga sangat mendukung untuk dilakukannya tindak pidana kejahatan,“ ungkapnya.
Disinggung mengenai sejauh mana perkembangan yang terjadi untuk mengusut tindak pencurian maupun perampokan yang setiap waktu semakin marak, dia mengaku sudah ada perkembangan. Saat ini, ungkapnya, anggota reskrim telah melakukan profiling para pelaku kejahatan dan maping daerah rawan kejahatan.
“Dari hasil profiling dan maping, diketahui bahwa para pelaku ini memang mempunyai kemiripan. Baik itu yang terjadi di Lawang, Tumpang, dan kali ini di Poncokusumo, semuanya mempunyai kemiripan modus, alat yang digunakan hingga ciri-ciri para pelakunya,“ bebernya dengan gamblang.
Namun, dia masih belum mengungkapkan apakah hasil penyelidikan, profilling dan maping yang dilakukan sudah mengrucut kepada nama maupun seseorang. “Yang jelas, kami sering melakukan patroli untuk mempersempit ruang pelaku kejahatan. Selain itu, kami juga menghimbau kepada Polsek-Polsek, untuk memberikan sosialisasi pentingnya menggalakan siskamling. Tujuannya, untuk mempermudah kinerja kepolisian,“ pungkasnya. (big/aim)