Pengedar Upal Singosari Dibekuk

DIAMANKAN : Kanitreskrim Polsekta Sukun, Ipda Imam Mustadji menunjukkan Misrokim dan barang bukti upal yang disita.

MALANG – Misrokim, 37 tahun, warga Dusun Karangjati, Desa Sidorejo, Singosari harus berurusan dengan polisi. Dia diketahui hendak mengedarkan uang palsu (upal) ke beberapa pedagang buah di Jalan S Supriadi Malang, akhir pekan kemari. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia kini meringkuk di Mapolsekta Sukun. Barang bukti yang disita polisi, yakni beberapa lembar upal pecahan Rp 100 ribu dan pecahan Rp 50 ribu serta satu unit motor Honda Beat yang digunakannya untuk mencari korban. Polisi sendiri, hingga kemarin masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pria bujang itu. Misrokim diduga kuat masuk dalam jaringan peredaran upal di beberapa daerah.
“Kasusnya masih kami dalami karena hingga hari ini (kemarin), tersangka masih belum mau buka suara darimana dia mendapatkan pasokan uang tersebut. Dia hanya beralasan, upal itu didapat dari hasil dia berjualan di Pasar Besar Malang,” kata Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono SH, SIK. Menurut mantan Kasatlantas Polres Kediri Kota itu, tersangka diamankan setelah sempat dikejar pedagang dan pengguna jalan yang lewat. “Anggota yang sedang patroli berhasil mengamankan tersangka dan membawanya ke polsek,” ungkap dia.
Masih menurutnya, saat diamankan, upal yang ada di tangan tersangka hanya dua lembar. Namun setelah motornya juga ikut diperiksa, ditemukan  tujuh lembar upal denominasi Rp 100 ribu dan dua lembar denominasi Rp 50 ribu. Informasi yang didapat, tertangkapnya Misrokim tidak lepas dari perbuatannya yang hendak membelanjakan upal itu kepada penjual buah di tepi Jalan S Surpiadi Malang. Pengakuannya kepada petugas, dia sengaja mencari pedagang buah agar mendapatkan uang asli sebagai kembaliannya.
“Orang-orang penjual buah ini kan tidak memiliki alat pendeteksi uang. Cukup mudah bagi saya untuk membayar buah dengan upal,” tutur Misrokim. Aksinya berhasil dilakukan kepada Judah, 70 tahun, penjual buah pisang. Dia berhasil membayar pisang dengan upal Rp 100 ribu miliknya. “Dia sama sekali tidak tahu kalau uang yang diterimanya palsu,” ungkapnya. Aksi pertama berhasil, tersangka kemudian mengulangi aksinya kepada penjual buah jambu. Namun apes baginya. Saat membayar buah jambu sebesar Rp 15 ribu dengan upal milikya, penjaga kios buah ini curiga karena uang yang diterimanya lebih tipis dari uang aslinya. Selain itu, warna uang tersebut juga terlalu terang. Kecurigaan bahwa uang yang diterima adalah upal  makin kuat karena mendadak Misrokim memilih kabur. Saat itu juga, dia diteriaki beberapa orang yang mengetahui kejadian ini. (mar/aim)