Cari Jasad Korban Tenggelam, Tim SAR Sisir Pantai

MALANG POST – Hari ketiga, pencarian terhadap jasad Dedi Susanto, pemuda yang hilang tenggelam di Pantai Balekambang pada Sabtu dini hari lalu, masih misterius. Petugas gabungan dari Polsek Bantur, Koramil Bantur dan SAR masih berupaya melakukan pencarian. Selain memantau di sekitar tempat korban tenggelam, juga dilakukan dengan menyisir sekitar pantai.
“Sampai sekarang (kemarin, red) proses pencarian masih terus kami lakukan. Tidak hanya dari Polsek, tim SAR dari PMI, Brimob dan Tim SAR Mahameru masih terus mencari. Namun pencarian masih menyisir pantai, karena kondisi ombak cukup tinggi,” ungkap Kapolsek Bantur, AKP M Azwandi.
Mantan Kasatreskoba Polres Malang Kota ini, belum memutuskan sampai kapan pencarian terhadap tubuh korban akan dilakukan. Namun upaya pencarian akan dilakukan semaksimal mungkin. Kemungkinan jika sampai tujuh hari tubuh korban tidak diketemukan pencarian akan dihentikan.
“Lihat kondisi saja nanti. Kalau memang sampai tujuh hari tidak ketemu, mungkin pencarian kami hentikan. Tetapi kami tetap akan memantau. Kami sendiri, juga meminta bantuan orang pintar di sekitar Pantai Balekambang ini, untuk membantu supaya tubuh korban bisa segera diketemukan,” terangnya.
Sekedar diketahui, Dedi Susanto, 32 tahun, warga Jalan Sidomakmur IV, RT13 RW03, Desa Lumbangsari, Bululawang ini, hilang di Pantai Balekambang. Diduga korban tergulung ombak ketika sedang memancing ikan di tengah laut. Korban terbawa ombak, karena tidak menyadari kalau kondisi air laut sedang pasang.
Sementara itu, upaya pencarian juga dilakukan olah keluarga Dedi Susanto. Yaitu dengan mendatangi beberapa orang pintar untuk menanyakan keberadaan anak sulung dari empat bersaudara pasangan Wachid Hasan dan Muryati. Keluarga mengharapkan supaya Dedi segera ditemukan.
“Sudah tiga orang pintar yang kami datangi. Mereka mengatakan sama, kalau Dedi masih hilang tersesat di jalan, tidak berada di dalam air,” ujar Wachid Hasan, ketika ditemui di rumahnya kemarin pagi.
Menurut bapak empat anak ini, sebelum dikabarkan hilang, Jumat malam Dedi berpamitan kepada ibunya untuk pergi. Namun korban tidak mengatakan niatannya yang ingin memancing ikan di Balekambang. Keluarga baru mendapat kabar dari teman korban Sabtu siang pukul 10.00, bahwa Dedi hilang di Pantai Balekambang.
“Selama ini anak saya itu hobinya memang memancing. Dan ketika pergi kemanapun memang tidak pernah bilang. Kalau dia mau pergi, langsung saya pergi bersama teman-temannya. Termasuk saat keluar Jumat malam lalu, pamitnya hanya mau keluar,” terangnya.
Dedi Susanto sendiri, di kalangan masyarakat sekitar dikenal sebagai peseni dan perajin. Dia diketahu pandai melukis dan membuat kerajinan seperti caplokan. Bahkan, Dedi adalah yang menghias gapura di jalan masuk kampungnya dengan gambar batik. “Dia itu anaknya penurut dan pendiam. Kalau warga sekitar sini membutuhkan kerajinan apa, tinggal memesan kepadanya,” kata beberapa tetangganya.
Disinggung soal firasat?, Erni Herawati, adik bungsu Dedi hanya ibunya yang mendapat firasat lewat mimpi. Kami malam sebelum kejadian, Muryati ibunya sempat bermimpi kalau ada sebuah gubuk (pos) di Pantai Balekambang, yang kondisinya gelap. “Dan saat berjalan ke dalam gubuk tersebut, ibu merasakan ada dua ekor ular yang menggigitnya,” papar Erni.(agp/aim)