Baru Lulus, Digilir Tiga Pemuda

DIINTEROGASI : Tersangka Ali Wava, saat diinterogasi oleh penyidik Polres Malang, kemarin

PAGAK- Tindak pidana asusila terhadap anak di bawah umur seakan tak ada habisnya terjadi di Kabupaten Malang. Seorang siswi SMA Swasta di Kepanjen berumur 17 tahun, sebut saja Bunga, jadi budak nafsu tiga pemuda sekaligus. Kemarin salah seorang pelakunya ditangkap. Dua pelaku lainnya masih dalam buruan petugas Polres Malang.
“Satu pelaku sudah kami amankan di rumahnya hari ini (kemarin). Pelaku kami tangkap, atas laporan dari orang tua korban sebelumnya. Ketika kami amankan, tersangka sama sekali tidak mengelak tuduhan pencabulan itu,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, kepada wartawan kemarin.
Pelaku asusila yang tertangkap atas nama Ali Afan, 23 tahun, warga Desa Gampingan, Pagak. Menurut tersangka dihadapan penyidik yang memeriksanya, dia melakukan perbuatan bejatnya itu, pada hari Sabtu (25/5). Dia bersama dua orang temannya yang lain yakni AB dan MM, saat ini masih buron.
Sebelum perbuatan asusila dilakukan kepada Bunga, mereka lebih dulu pesta miras jenis trobas. Kata Afan, dirinya kenal dengan Bunga, sudah cukup lama. Bunga adalah siswi SMA, yang baru saja lulus sekolah. “Dia (Bunga) minta karaoke, untuk merayakan kelulusannya. Terus dijemput oleh salah seorang teman saya, AB,“ bebernya.
Setelah dijemput, mereka datang bersama ke tempat karaoke di Losmen Puspo, Kepanjen, untuk pesta miras. Puas mabuk-mabukan, dirinya bersama dua orang lainnya mengajak Bunga, pindah tempat ke Losmen Kalibiru, di Kromengan. Di losmen inilah, Afan dan dua temannya yang lain, menggauli korban.  
“Kami berempat, akhrinya pindah ke losmen itu. Setelah pesan kamar, kami melakukan hal itu. Yang pertama kali melakukan, itu adalah AB. Sedangkan saya, yang terakhir. Itupun cuma sebentar. Yang mempunyai ide itu, bukan saya,“ kata tersangka berkilah. Sedangkan korban, tak sadarkan diri lantaran mabuk berat.
Saat ini, petugas kepolisian sedang memburu AB dan MM yang saat ini buron. Sedangkan tersangka, dijerat dengan pasal 81-82 Nomor 23 tahun 2002 tentang undang undang perlindungan anak. “Yang ancaman hukuman paling singkat 3 tahun sampai maksimal 15 tahun penjara,“ tandas Decky Hermansyah. (big/aim)