Ramayana Department Store Rawan

MALANG - Alun-Alun Mall (Ramayana) Kota Malang diobok-obok maling, kemarin. Empat konter ponsel dan aksesori menderita kerugian mencapai Rp 70 juta. Yang menarik, saat melakukan pencurian, pelakunya bahkan sempat makan mie di lantai atas. Hingga kemarin, petugas gabungan dari Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota masih menyelidiki kasus tersebut. Dugaan sementara, pelaku bersembunyi di dalam mall hingga tutup kemudian keluar dengan menjebol plafon lantai atas, dan kabur lewat tangga darurat sambil membawa barang-barang curiannya.  Sasaran aksi pencurian ini adalah empat konter ponsel, aksesoris dan servis di basement Ramayana. Empat konter itu antara lain, Mandiri, Pesona, King dan Zahra. Namun pelaku tak menyentuh konter Zahra.
Di konter Mandiri  mereka menggasak 70 ponsel berbagai merek senilai Rp 40 juta. Sedangkan di konter Pesona, puluhan aksesori ponsel digasak dengan kerugian  sekitar Rp 3 juta. Adapun, di konter King, pelaku mengambil empat tablet yang sedang diservis. ”Total sekitar Rp 70 juta, kalau HP di konter saya aman, karena tersimpan di brankas,” tutur Balingga Wijaya, 33 tahun, pemilik Pesona. Warga Jalan Simpang Ijen Malang itu menjelaskan kalau dia mengetahui konternya kebobolan saat membukanya pagi hari, kemarin. Dia sudah menyewa tempat usaha di Ramayana sejak tahun 2002. Atas kejadian tersebut, dirinya minta tanggung jawab pihak Ramayana.”Seharusnya Ramayana memperketat keamanan. Kita ikut sistem pengamanan Ramayana, ya harus ada ganti rugi karena kita bayar biaya keamanan,” ujarnya. Pihak Ramayana sendiri, menurut dia sudah mencurigai orang dalam. Yakni salah satu penyewa lapak, yang tergolong baru. Namun,  informasi ini hanya diketahui orang tertentu saja. “Saya yakin pelakunya lebih dari dua orang, saya  pagi datang sudah acak-acakan, maling kayaknya sembunyi dulu kemudian kabur dengan mencebol  Salon The Guh,” katanya. Di salon itu, pelaku menjebol tembok gypsum, kemudian naik lemari dan menjebol plafon. Hebatnya, sang maling masih sempat makan mie, jeruk dan menenggak minuman ringan milik karyawan salon.
”Dia juga masih sempat ambil HP dan mencuri uang Rp 500.000 hasil dari salon,” ujar Maya salah satu karyawan.  Sedangkan pemilik Konter Mandiri, Heri Purnomo, 33 tahun, berharap ada ganti rugi dari Ramayana. Warga Jalan Kunto Baskoro Malang tersebut menderita kerugian paling banyak. Pelaku menjebol lemarinya, dengan pisau militer yang dicuri dari konter Eiger di lantai atas.”Tadi kerugian saya sudah didata pihak Ramayana,” akunya.
Dikonfirmasi ditempat terpisah, Store Manager Ramayana Department Store, Heru Pamungkas menjelaskan kali pertama insiden pembobolan diketahui saat pagi hari. Karyawan melihat kejanggalan pada langit-langit toko. Heru menuturkan, Ramayana menempatkan dua penjaga di malam hari. Hanya saja ternyata pengawasan malam belum bisa mencakup semua bagian sehingga pencuri bisa leluasa masuk ke area toko Ramayana. Hingga berita ini diturunkan, Heru masih melapor ke kepolisian. Laporan Heru mewakili salon The Guh dan konter ponsel. “Yang mengalami kerugian besar adalah The Guh dan konter ponsel tapi untuk laporan kami yang mengurus. Sedangkan kerugian mereka akan dibicarakan secara musyawarah,” katanya. (ary/fia/mar)