Jaringan Curanmor Kota Dilibas

BLIMBING -  Polsekta Blimbing mengobrak-abrik jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang malang melintang di Kota Malang. Selama tiga minggu melakukan operasi penangkapan, tujuh pelakunya berhasil dibekuk dan menyita delapan motor berbagai merek, belasan spion motor, enam kunci T, gembok, HP, gerenda dan puluhan peralatan kunci dari beberapa motor baru. Kapolsekta Blimbing, Kompol Rofiq Ripto Himawan menerangkan, tiga tersangka terpaksa dilumpuhkan kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Mereka yakni Aidin Fauzi Ahmad alias Aji, 23 tahun, asal Jakarta yang menetap di Desa Waturejo, Ngantang, Arisdianto, 30 tahun, warga Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan dan Heri Saputra alias Eris, 23 tahun, warga Desa Kecipir, Kecamatan Kedundung, Sampang.  
“Khusus tersangka Aji ini merupakan ketua dari kelompok curanmor yang kita gulung ini. Saat ini masih dalam penyelidikan anggota. Namun yang sudah terdeteksi, komplotan ini mencuri di 19 TKP,” tuturnya. Sedangkan empat tersangka lain yang sekarang juga meringkuk di sel Polsekta Blimbing, adalah Imam, 33 tahun, warga Kecamatan Palenga’an, Pamekasan, Slamet Kustiono, 17 tahun, warga Ngantang, Malang, Rizal 23 tahun, asal Jakarta yang tinggal di Desa Sukonolo, Bululawang dan Subhan, 22 tahun, warga Undaan, Surabaya. Informasi yang dihimpun, Jumat (10/5) subuh,  anggota reskrim Polsekta Blimbing menangkap Subhan yang ketahuan hendak mencuri Yamaha Jupiter Z, N 6057 AR di parkiran area Terminal Arjosari.
“Dari pengakuan Subhan ini, muncul nama Rizal yang terlibat dalam pencurian itu. Rizal berhasil dibekuk sekitar tujuh hari kemudian,” ungkap mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota itu. Saat melakukan penggeledahan di rumah yang ditempat Rizal, ditemukan tiga motor curian. Mulai dari Yamaha Mio J, L 5302 PN, Yamaha Jupiter Z, N 4058 BJ serta Honda Vario, L 5302 PN.  Menurut Rofiq, sapaan akrabnya, motor-motor itu masih disimpan untuk dijual ke luar kota setelah keadaan dirasa aman. “Penangkapan terhadap Rizal belum memuaskan kami. Dia diperiksa secara intensif dan muncul nama-nama lain yang masuk dalam jaringannya termasuk tempat persembunyiannya di sebuah rumah di Jalan Cakalang Malang,” papar dia.
Tanpa menunggu waktu, dipimpin Kanitreskrim Polsekta Blimbing, Ipda I Gusti Agung Ananta Pranata, beberapa anggota menggerebek rumah yang disebut Rizal. Hasilnya, lima tersangka yaitu Aji, Aris, Heri, Imam dan Slamet berhasil dibekuk. Mereka lantas diminta menunjukkan beberapa tempat menjual motor-motor lain yang mereka curi. “Demi kepentingan penyelidikan, ada beberapa orang yang tidak bisa kita sebutkan. Beberapa motor yang dijual komplotan ini, kita dapatkan dari mereka,” tegas perwira yang pernah berdinas menjadi Kasatreskrim Polres Lamongan itu.  Ditambahkan dia, saat disuruh untuk menunjukkan beberapa tempat mereka menjual motor-motor curian, Aji, Aris dan Heri berusaha kabur. Petugas pun terpaksa menembak kaki ketiganya saat tembakan peringatan tidak diindahkan. “Kami meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan. Sebab, seperti kelompok ini beraksi di lokasi parkir yang tidak dipungut retribusi resmi, tempat keramaian dan halaman rumah,” pungkas Rofiq. (mar)