Kasus Biasa, Jadi Ruwet karena Kriminalisasi

MALANG -  Di tengah menjalani sidang perkara pidana yang menjerat dirinya di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, dr Hardi Soetanto, warga Surabaya, makin kecewa dengan kinerja polisi.
Dia yang berusaha melawan dengan melaporkan mantan istrinya, DR FM Valentina SH, M.Hum, warga Jalan Taman Ijen Malang ke Polda Jatim dengan serangkaian laporan, malah menemui sialnya.
Beberapa waktu lalu, Hardi, panggilannya melaporkan Valentina dengan tuduhan, mulai dari penggelapan dalam jabatan di PT Hardlent Medika Husada (HMH), membuat surat palsu dan memberikan keterangan palsu dalam akta autentik, dan beberapa laporan kejahatan lain. Belakangan, Ditreskrimum Polda Jatim kembali melimpahkan berkas-berkas tersebut ke Satreskrim Polres Malang Kota.
‘’Saya sudah mendengar kalau ada lima berkas laporan yang dilimpahkan ke Polres Malang Kota. Bahkan, dalam tiga berkas itu, klien saya sudah dijadikan tersangka. Yang saya masalahkan, status sebagai tersangka tersebut tidak benar. Apa yang dituduhkan Hardi tentang penggelapan dalam jabatan dan sebagainya itu, salah semua. Apa yang digelapkan? Lha itu semua uangnya klien saya,’’ kata Sutrisno SH, kuasa hukum Valentina dikonfirmasi kemarin.
Termasuk tuduhan keterangan palsu dalam data autentik, dilanjutkan dia, juga tidak bisa dibuktikan. ‘’Majelis hakim yang dipimpin Hari Widodo SH, MH kan sudah memutuskan dalam sidang gugatan perdata bulan Febuari lalu, bahwa Hardi dan Lisa Megawati, yang juga ikut menjadi tergugat bukan sebagai pemilik saham PT. HMH,’’ ungkap dia.
Sutrisno juga menerangkan, dalam gelar perkara di Polda Jatim, seminggu lalu pun sudah meminta kepada penyidik agar laporan yang dilayangkan Hardi, dibuatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dengan dasar keputusan gugatan perdata yang dimenangkan Valentina dengan nomor 71/Pdt.G/2012/PN.Mlg.
‘’Ya saya kira, keputusan Polda Jatim untuk melimpahkan berkas perkara ini pun juga untuk lebih efisiensi saja,’’ tegasnya.
Sedangkan Ketua DPD Ikadin Jatim, Wahab Adhinegoro SH, MH mengatakan, pelimpahan berkas perkara, meskipun Valentina sudah menjadi tersangka, sudah menjadi hal yang biasa. ‘’Masalahnya belum ada aturan yang mengikat masalah pelimpahan ini,’’ ujar dia.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengaku pihaknya sudah menerima pelimpahan berkas Valentina tersebut. ‘’Masih dalam penyidikan,’’ ujarnya singkat.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra SH, SIK memaparkan bila kasus Hardi Vs Valentina sebenarnya kasus biasa saja.
‘’Menjadi luar biasa karena kubu Hardi melibatkan mafia hukum dan makelar kasus dalam sengketa tersebut. Bahkan, cara-cara intervensi juga dimainkan oleh kubu Hardi untuk mendikte penyidik Satreskrim Polres Malang Kota,’’ paparnya.
Dia melanjutkan, Kapolda Jatim tentunya punya alasan yang tepat mengapa perkara-perkara tersebut dilimpahkan kembali ke Polres Malang Kota.
Menurut Teddy, sapaannya, salah satu alasan tersebut adalah karena kasus-kasus tersebut termasuk kasus yang mudah dan cukup ditangani oleh polres. Alasan lain, yaitu karena locus delicti-nya ada di Kota Malang.
‘’Yang justru menjadi pertanyaan besar adalah, ada kepentingan apa penyidik Ditreskrimum Polda Jatim dulu melimpahkan kasus tersebut ke Polres Malang Kota lalu menariknya ke Polda lagi? Padahal dalam kriteria kasus yang mudah, ditangani oleh Polres bahkan mungkin cukup oleh Polsek. Ini mengacu Perkap No 14 Tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana,’’ urai mantan Kanit STNK Polda Metro Jaya ini.
Perwira dengan dua melati di pundaknya itu mengungkapkan, disamping alasan-alasan tersebut, ada lagi alasan-alasan yang cukup tragis yaitu dalam penyidikan kasus tersebut, ditemukan adanya pelanggaran kode etik profesi Polri oleh oknum penyidik Ditreskrimum Polda Jatim sehingga perkara dilimpahkan kembali ke Polres Malang Kota.
‘’Penyidik Polres Malang Kota, sejauh ini telah bertindak secara profesional dan dalam koridor hukum. Jangan khawatir tentang hal itu. Anda rekan jurnalis tentunya paham, apakah saya sebagai Kapolres aneh-aneh selama ini?’’ tandasnya.
Bahkan dalam gelar perkara terhadap kasus-kasus tersebut Selasa (28/5) kemarin, Teddy sendiri yang memimpin langsung. Dia menduga kuat, telah terjadi kriminalisasi terhadap Valentina.
‘’Banyak rekayasa keterangan saksi serta fakta hukum yang dikesampingkan. Untuk oknum pelaku kriminalisasi terhadap Valentina ini pun, sudah diselidiki oleh Divisi Propam Mabes Polri,’’ tutupnya. (mar)