Tipu Warga, Polisi Gadungan Jadi Bulan-Bulanan Massa

BABAK BELUR : Polisi gadungan berpangkat Bripka yang mengaku dinas di Polda Jatim babak belur di hajar massa, karena menipu warga.

WAJAK – Polisi gadungan berpangkat Bripka yang mengaku dinas di Polda Jatim dan tugas di wilayah Purwosari, kemarin siang menjadi bulan-bulanan warga Desa Blau, Kecamatan Wajak. Polisi palsu yang mengaku bernama Sandi Eko, warga Prembangan – Surabaya ini, dihajar massa karena melakukan penipuan. Korbannya adalah Nur Fauzi, 27 tahun, warga Jalan Raya Kebonsari, Tumpang.
Beruntung, pelaku yang juga mengaku tinggal di Jalan Bengawan Solo Malang ini, cepat  diamankan petugas Polsek Wajak yang mendapat laporan. Dengan kondisi babak belur dia digelandang ke Mapolsek Wajak. Setelah menjalani pemeriksaan, kemudian pelaku dibawa ke Mapolres Malang.
“Pelaku kami serahkan ke Polres Malang, karena TKP penipuannya ada di wilayah Tumpang. Di Wajak sendiri hanya TKP penangkapannya saja,” ungkap Kanitreskrim Polsek Wajak, Aiptu Edi Sunyoto kepada Malang Post, kemarin.
Menurut cerita Nur Fauzi, aksi penipuan yang dilakukan polisi gadungan ini, bermula saat dirinya pasang iklan penjualan sepeda motor lewat internet di berniaga.com pada 12 Mei lalu. Korban memasang iklan penjualan sepeda motor Yamaha Vixion N 2512 AF atas nama Muhammad Soleh.
Selang dua hari setelah pemasangan iklan itu, pada 14 Mei korban didatangi pelaku di rumahnya yang berniat membeli sepeda motornya. “Dia (pelaku, red) datang dengan memakai pakaian dinas polisi lengkap. Bilang dari Polda Jatim dan mengaku bernama Samsul. Namun di bajunya tertulis nama S. Eko dan tinggal di Jalan Bengawan Solo Malang,” terang Nur Fauzi.
Setelah terjadi tawar menawar, akhirnya disepakati harga Rp 18 juta. Namun sebelum membayar, pelaku mengutarakan untuk mencoba sepeda motornya. STNK motor yang ada di atas meja diambil oleh pelaku. Tetapi setelah ditunggu-tunggu, ternyata pelaku tak kunjung kembali.
Karena merasa telah tertipu, Nur Fauzi lalu berniat untuk menjebak pelaku. Lima hari lalu, dia kembali memasang iklan penjualan motor Yamaha Vixion. Namun dia memakai nama lain, Satrio dan mencantumkan nomor baru.
Usaha itu ternyata berhasil, dua hari lalu pelaku menghubungi korban untuk bermaksud membeli sepeda motor. Korban lalu mengarahkan untuk bertemu di rumah saudaranya, Kholik di Jalan Suropati Wajak. Dan kemarin siang sekitar pukul 11.30, pelaku datang dengan memakai pakaian lengkap.
“Saat pelaku datang itu, saya tidak menemui. Saya menunggu di atas mobil Colt Diesel N 1550 GM. Sedangkan yang menemui saudara saya Muzamil,” kata korban.
Ketika pelaku berada di depan rumah saudaranya ini, korban memperlihatkan diri. Sadar kalau dijebak, pelaku lalu berusaha kabur dengan menghentikan pengendara sepeda motor yang melintas ke arah selatan (Turen). Melihat pelaku kabur, korban dan saudaranya mengejak dengan mobil Colt Diesel.
Hasilnya jarak sekitar 1,5 kilometer, sepeda motor yang ditumpangi korban berhasil dipepet dan membuat pelaku jatuh. Namun pelaku yang mempunyai nyali besar ini, masih kabur ke perkampungan warga dan bersembunyi di atap rumah warga. Tetapi korban dan warga yang mengejar berhasil menemukan yang kemudian menghakiminya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan penyidik, diakui kalau tersangka ini sudah beraksi sebanyak 20 TKP dalam kurun waktu setahun ini. Sasaran TKP-nya, tidak hanya di Kabupaten Malang, tetapi juga di Kota Malang dan kota-kota lainnya di Jawa Timur. Seperti di Kediri, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Surabaya dan Sidoarjo.
“Selain sepeda motor Yamaha Vixion, saya juga mengincar sepeda Byson, Tiger, sepeda motor Matic dan Laptop yang dijual di internet. Untuk baju polisi ini, saya beli di Pasar Turi Surabaya seharga Rp 600 ribu,” kata tersangka.(agp/aim)