Obrak Balapan Liar, Amankan 190 Sepeda Motor

KEPANJEN – Aksi balapan liar yang digelar setiap Sabtu malam, di luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen ternyata tidak pernah kapok. Meski berulang kali dirazia, kemudian ditindak pidana ringan (tipiring), mereka tetap saja melakukan aktifitas yang membahayakan nyawa.
Dini hari kemarin, dipimpin Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto kembali membubarkan balapan liar tersebut. Dengan kekuatan 30 personil mulai dari Sabhara, Intel, Reskrim dan Lalu Lintas petugas langsung menapal kuda area balapan liar.
Mengetahui kedatangan polisi, para pelaku balap liar ini langsung semburat. Mereka berusaha sembunyi dari kejaran polisi. Mulai dengan sembunyi di selokan bersama sepeda motor pretelannya, juga sembunyi di tengah kebun tebu. Namun usaha itu tetap tidak membuahkan hasil. Petugas berhasil menemukan sepeda motor milik para pembalap liar ini.
“Ada 190 unit sepeda motor dengan kondisi pretelan yang berhasil kami amankan dalam giat razia itu. Sebagian besar, sepeda motor yang kami amankan itu adalah milik pembalap liar lama yang sebelumnya pernah kami amankan,” terang Kompol Suyoto.
Ratusan sepeda motor yang terjaring razia, kemarin langsung diangkut ke Mapolsek Kepanjen. Sepeda motor itu boleh diambil asalkan bisa menunjukkan bukti STNK dan BKPB motor. Selain itu, saat diambil sepeda motor harus dalam kondisi lengkap.
“Dan untuk pemilik, tetap kami wajibkan untuk ikut sidang tipiring di Pengadilan Negeri Kepanjen,” ujarnya.
Mantan Kabag Ops Polres Malang ini mengatakan, bahwa giat razia itu dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat. Warga mengaku resah dengan ulah para pembalap liar. Sebab, selain suara knalpot yang sangat bising sehingga mengganggu ketenangan beristirahat pada malam hari, aksi mereka juga sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meminimalisir angka kriminalitas seperti curanmor, penjambretan, tindakan asusila, dan perjudian. Pembubaran balapan liar itu juga untuk menghindari terbentuknya geng motor. Itu dilakukan wilayah Kepanjen, tetap aman. “Sekaligus kami juga ingin menghapus stigma negatif yang berkembang di masyarakat tentang aktifitas di sekitar Stadion Kanjuruhan,” tuturnya.(agp/aim)