Main Keroyok, Empat ABG Ditangkap

MENYESAL : Keempat pemuda yang ditangkap saat di Mapolres Malang, mereka menyesal dengan aksi yang dilakukannya.

TUMPANG – Empat remaja asal Desa Jago, Kecamatan Tumpang sejak akhir pekan lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Yakni FD, 16 tahun, KA, 16 tahun, JS, 16 tahun serta NM, 17 tahun. Mereka diamankan karena dilaporkan melakukan pengeroyokan terhadap Sokib, 20 tahun, warga kampung tengah, Desa Jago, Tumpang.
“Keempat pemuda ini, kami amankan bersamaan setelah mereka usai bermain bola. Itu setelah kami mendapat laporan dari korban yang tidak terima dengan kejadian pengeroyokan itu,” ungkap KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Haryanto.
Diperoleh keterangan, aksi pengeroyokan yang dilakukan keempat pemuda ini, terjadi Sabtu (1/6) lalu sekitar pukul 22.00 di jalan kampung tengah Desa Jago. Ceritanya, malam itu keempat pemuda ini berjalan kaki bareng dan hendak bermain play station (PS) di daerah kampung tengah.
Ketika berjalan kaki ini, mereka ditegur oleh korban Sokib, dengan mengatakan kalau mereka ini gerombolan preman lecek. Karena tidak terima dengan ucapan itu, NM yang emosi lalu menantang korban untuk berkelahi. Ternyata ajakan itu, disambut oleh korban hingga keduanya terlibat perkelahian.
Dalam perkelahian itu, korban yang kalah memanggil teman-temannya untuk mengeroyok NM. Namun NM yang juga tidak terima, lantas mengajak ketiga temannya untuk bergantian mengeroyok Sokib hingga babak belur. Perkelahian antar pemuda tersebut, baru berhenti setelah dilerai warga kampung.
“Kami memukuli itu, karena tidak sekali saja dia (korban, red) mengolok-olok kami. Sudah sering kali, setiap kami berpapasan dengannya. Dan Sabtu malam itu, mungkin muncaknya emosi kami hingga terjadi perkelahian itu,” terang NM, pelajar yang baru lulus SMP dan dibenarkan oleh ketiga teman lainnya.
NM menambahkan, bahwa perkelahian tersebut sebetulnya sudah akan didamaikan secara kekeluargaan oleh perangkat desa. Keluarga korban dan keempat pelaku ini akan dipertemukan pada Minggu petang. Namun belum sempat berakhir damai, keempatnya lebih dulu diciduk petugas Polres Malang setelah dilaporkan ke polisi.(agp/aim)