Polisi Palsu Terus Berulah

MALANG - Modus penipuan menyaru sebagai anggota polisi kembali terjadi. Modus yang digunakan tetap sama. Mengaku sebagai anggota polisi yang menangkap salah satu anak korban, lalu ujung-ujungnya meminta uang damai. Kali pertama menimpa FX Tardjit, 65 tahun, warga Jalan Teluk Bayur Malang. Jumat (31/5) lalu, dia mendapat telepon dari seseorang mengaku polisi dari Denpasar, Bali. Kepada korban, dia mengaku menangkap Yosep Widodo, anak Tardjit karena kasus narkoba. Diujung pembicaraan, pelaku meminta korban untuk membayar uang damai Rp 28 juta agar kasusnya anaknya tidak dilanjutkan. Mulanya, korban berusaha menghubungi HP anaknya yang tinggal di Bali.
Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Ponsel anaknya tidak bisa dihubungi. Tanpa berpikir panjang, Tardjit pun mentransfer uang yang diminta melalui rekening pelaku. Keesokan harinya, korban kemudian berusaha menghubungi anaknya kembali. Usahanya berhasil. Namun alangkah kagetnya kalau Yosep Widodo mengaku tidak memiliki masalah apapun dengan polisi. Merasa menjadi korban penipuan, dia melapor ke Mapolres Malang Kota. Senin (3/6) lalu. Nasib serupa juga dialami AG Harun Wantania, 67 tahun, warga Jalan Bantaran Barat Malang. Dia mengaku menjadi korban seseorang ‘polisi’ yang meminta mentransfer pulsa ke beberapa nomor ponsel yang dikatakan menangkap anaknya karena terlibat peredaran narkoba, Sabtu (1/6) dini hari.
“Korban diminta untuk mentransfer pulsa ke beberapa nomor. Setiap nomor minta diisi pulsa Rp 500.000 hingga jumlah kerugian yang diderita mencapai Rp 6 juta,” tutur Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, kemarin. Kepada polisi, korban mengaku mentransfer pulsa saat itu  juga lewat Alfamart di Jalan Cengger Ayam Malang. Usai mentransfer, keesokan harinya, dia mencek kondisi anaknya. Sama dengan korban Tardjit, dia melihat kondisi anaknya tidak mengalami masalah.
Sementara itu, Pujo Haryono, 29 tahun, warga Perumahan Turen Permai Malang juga melapor ke Polres Malang Kota. Pemuda ini mengaku menderita kerugian Rp 4 jutaan. Dia menjelaskan,  awal mulanya melihat lowongan pekerjaan di situs www.berniaga.com. Salah satu yang menarik yakni lowongan staf di PT. Bank Mandiri Syariah Jakarta. Dia lantas mengisi formulir yang ada di situs tersebut. Selang beberapa hari kemudian, seorang pria mengaku bernama Milhan Munir menghubungi nomor teleponnya. “Korban dikatakan berhasil masuk seleksi pegawai dan diminta untuk segera berangkat dengan naik pesawat,” papar Dwiko, sapaannya.
Saking senangnya, Pujo tidak sadar akan menjadi korban penipuan. Milhan meminta Pujo untuk membeli tiket pesawat agar cepat sampai. Pelaku juga menawarkan pembelian tiket pesawat lewat dia agar prosesnya lebih cepat. Pujo pun menyanggupi permintaan itu dan mengirim uang Rp 4 jutaan yang diminta ke rekening pelaku. “Uang itu dikirim lewat BCA Jalan Borobudur. Tetapi setelah ditunggu beberapa lama, dia sadar menjadi korban penipuan karena telepon pelaku mati,” pungkas dia. (mar)