LPG Ngamuk, 10 Pekerja Terbakar

MALANG – Ledakan yang disebabkan tabung LPG, kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang, siang kemarin. Sepuluh orang harus mendapat perawatan medis, akibat kejadian tersebut. Mereka dilarikan ke Puskesmas Wajak dan IRD RSSA Malang, karena mengalami luka bakar yang cukup serius.
Semua korban adalah karyawan home industry makanan ringan jipang dan brondong, milik H Iswadi, 45 tahun, di Jalan Raya Dusun Krajan, Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak.
Dari sepuluh orang tersebut, hanya tiga yang luka bakar ringan di kaki dan dirawat di Puskesmas Wajak. Sedangkan tujuh lainnya, harus dirujuk ke RSSA Malang, karena mengalami luka bakar cukup serius. Mulai dari wajah, badan, kaki serta tangan.
‘’Untuk korban jiwa, tidak ada. Hanya korban luka-luka saja sebanyak 10 orang. Tiga dirawat di Puskesmas Wajak dan sisanya dirujuk ke RSSA Malang, karena Puskesmas Wajak tidak sanggup lantaran luka bakarnya lumayan parah,’’ ungkap Kanitreskrim Polsek Wajak, Aiptu Edi Sanyoto, kepada Malang Post, kemarin.
Kejadian yang sempat menghebohkan warga sekitar ini, terjadi pukul 12.30. Saat kejadian, 25 karyawan yang terdiri 21 perempuan dan 4 laki-laki, yang bekerja di pabrik pembuatan makanan ringan jipang dan brondong itu, sedang istirahat. Istirahat mulai pukul 12.00.
Selama istirahat, digunakan oleh karyawan untuk makan bersama dengan duduk di ruang produksi. Sebagian karyawan lain, yang tidak makan, tiduran di lantai dan kursi. Ketika sedang bersantai dan menikmati makanan inilah, tiba-tiba langsung muncul api besar dan membakar sebagian karyawan.
Melihat api, seluruh karyawan, termasuk yang mengalami luka bakar, langsung berhamburan keluar ruangan sembari berteriak histeris. Mereka yang kesakitan dan kepanasan, langsung meminta tolong. Selanjutnya dibantu karyawan lain dan warga sekitar, H Iswadi langsung membawa para korban ke Puskesmas Wajak yang selanjutnya dirujuk ke RSSA Malang.
‘’Tidak ada ledakan besar saat kejadian itu. Hanya api saja yang langsung menyambar tubuh para korban. Ruang produksi dan penggorengan pun, juga tidak sampai terbakar. Kerusakan akibat kejadian itu, hanya pada atap saja,’’ terang Edi.
Kapolsek Wajak, AKP Sardikan dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut. Bersama tim Identifikasi Polres Malang, pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Beberapa barang bukti, yang diduga menjadi sumber kejadian itu diamankan untuk diperiksa.
‘’Dugaan sementara kami, kejadian itu karena tabung LPG ukuran 12 kg ngowos. Sebelum muncul api, ada karyawan yang sempat melepas selang tabung LPG lama, karena gasnya habis. Kemudian mengganti dengan tabung LPG baru. Kemungkinan saat tabung dilepas dan dipasang pada tabung kecil inilah gas ngowos. Karena kondisi ruangan tertutup, sehingga gas itu tidak bisa keluar,’’ jelas Sardikan.
Hanya saja, menurut Kapolsek, sumber percikan api yang memicu munculnya api dan nyaris membakar ruang produksi, yang masih belum diketahui. Dari pemeriksaan keterangan saksi sementara, sama sekali tidak alat oven atau penggorengan yang menyala. ‘’Apakah percikan api itu sumbernya dari listrik atau lainnya, kami masih menyelidikinya,’’ katanya.
Sementara itu, Iswadi sendiri masih belum bisa dimintai konfirmasi, perihal kejadian tersebut. Iswadi, masih terlihat sibuk mendampingi petugas yang melakukan olah TKP.
Pantauan Malang Post sendiri, selama dalam proses penyelidikan ruangan produksi dan penggorengan diberi police line. Tidak satupun yang  tidak berkepentingan diperbolehkan masuk.
Sementara, tujuh korban yang dirawat di RSSA Malang, diketahui mengalami luka bakar lebih dari 50 persen. Para korban ini mengatakan, gas ngowos tersebut karena ada penyulingan dari tabung kecil ke tabung LPG ukuran besar. Hanya saja, sumber api dari mana mereka mengaku tidak mengetahui. (agp/avi)