Pemilik Pabrik Jipang Dianggap Lalai

CARI SUMBER: Polisi ketika melakukan olah TKP. Dan home industri milik H Iswadi di Desa Sukoanyar, Wajak, TKP ledakan.

Gunakan Selang dan Regulator Tidak Layak
WAJAK – Kasus ledakan tabung LPG di Dusun Krajan, Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak yang menyebabkan 10 orang mengalami luka bakar terus diusut aparat kepolisian. Untuk menyelidiki sumber ledakan, Polisi menurunkan tim Identifikasi Polres Malang, juga mendatangkan tim olah TKP dari Pertamina.
Dari hasil olah TKP, tim Pertamina Rayon VI Malang yang diwakili Herdi SI Sse pada Rabu malam lalu, ditemukan ada beberapa kelalaian yang dilakukan H Iswadi, pemilik home industri makanan ringan jipang dan brondong itu. Pertama home industri tidak boleh menggunakan tabung LPG ukuran 3 kilogram.
Namun di home industri ini, masih menggunakan tabung ukuran 3 kilogram. Selang dan regulator yang digunakan sudah tidak safety atau tidak layak pakai. Ketika ditekuk, selang untuk saluran gas langsung patah. Seharusnya yang digunakan pipa bukan selang, karena suhu panas dari kompor yang sangat tinggi.
“Kemudian, tabung LPG yang seharusnya ditempatkan di luar ruangan atau tempat terbuka, namun ini tidak. Juga kondisi ruangan yang tidak layak pakai. Sama sekali ruangan tidak ada ventilasi udara. Hanya penerangan atapnya saja menggunakan asbes plastic,” ungkap Kapolsek Wajak, AKP Sardikan.
Berdasarkan dari temuan hasil olah TKP pihak Pertamina itulah, sudah jelas bahwa pemilik home industri dianggap lalai. Dan dengan dasar temuan itu pula, H Iswadi, terancam dijerat dengan pasal 360 KUHP tentang akibat kelalaiannya mengakibatkan orang lain luka-luka.
“Temuan dari Pertamina akan menjadi pijakan kami sebagai bahan penyelidikan. Namun untuk sementara ini, kami masih akan merampungkan memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu. Baru nantinya akan memanggil pemilik home industri untuk diperiksa,” terang Sardikan.
Selain mendatangkan ahli dari Pertamina, polisi sendiri juga akan berencana mendatangkan ahli kontruksi bangunan. “Tujuannya untuk mengetahui apakah bangunan home industri tersebut benar-benar layak pakai atau tidak,” katanya.
“Saat ini, kami sendiri juga sedang berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk, mengetahui apakah home industri milik H Iswadi tersebut ada izinnya atau tidak,” tegas Kapolsek.
Sementara itu, untuk kondisi 10 korban yang mengalami luka bakar, tiga diantaranya yang menjalani perawatan di Puskesmas Wajak, sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan tujuh korban lainnya masih mendapat perawatan itensif di RSSA Malang.(agp/aim)