Warga Mangliawan Ancam Poldakan Polsek Pakis

PAKIS- Lantaran laporannya tidak digubris oleh Polsek Pakis, Mulyono, Ketua RW11 Dusun Jabon, Desa Mangliawan, Pakis dan warganya mengancam akan melapor ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jatim. Mereka menilai kinerja kepolisian tak profesional dengan menolak laporan yang diajukan oleh warga. Seperti diberitakan sebelumnya, dia dan warga melaporkan mantan Kepala Desa Mangliawan, Subakir, Minggu (2/6) lalu ke Polsek Pakis. Subakir dituding telah melakukan provokasi terhadap warga di RW11, tentang  pengumpulan tandatangan menyetujui balai RW dibongkar oleh Satpol PP Kabupaten Malang. Hanya saja, saat melakukan laporan tersebut, ditolak mentah-mentah oleh Unit Reskrim Polsek Pakis.
Saat ini, Eddy Hartanto SH, kuasa hukum Mulyono, mengatakan tengah menunggu hasil peyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Pakis. “Meski laporan kami tak diterima, pihak Polsek Pakis berjanji kepada kami untuk dilakukannya penyelidikan di lapangan,“ ujarnya saat dihubungi Malang Post, kemarin. Dia pun dijanjikan oleh pihak kepolisian, hasil penyelidikan yang dilakukan akan dilaporkan nantinya. Hasil penyelidikan itu kata Eddy, adalah polisi memintai keterangan para saksi.
“Katanya, kepolisian akan menyita alat bukti berupa tanda tangan provokasi tersebut, bila ada maupun ditemukan, di lapangan“ kata Eddy. Dia menegaskan, penyidik unit reskrim Polsek Pakis dituntut serius untuk melakukan penyelidikan. Menurutnya ada indikasi penyidik kurang serius untuk melakukan penyelidikan, yang nantinya berimbas kasus ini menguap begitu saja. “Ya yang saya laporkan ke Propam Polda Jatim nantinya, Polsek Pakis menolak laporan warga yang kami ajukan sebelumnya,“ tegasnya. Menurutnya, kepolisian sifatnya wajib menerima laporan dari warga maupun masyarakat, yang kemudian ditindak lanjuti dengan proses penyelidikan di lapangan. Hasil penyelidikan itu akan menjadi bukti apakah laporan yang diajukan terbukti benar atau salah. (big/mar)