Jemur Pakaian, Nyemplung Septic Tank

TKP: Rumah Suwati di Dusun Krajan RT04 RW01, Desa Pakisjajar. Pakis tampak lengang.

PAKIS- Ketenangan warga sekitar Dusun Krajan RT04 RW01, Desa Pakisjajar, Pakis, dini hari kemarin mendadak gempar. Itu dipicu dengan kejadian di belakang rumah Slamet, 50 tahun, warga setempat. Suwati, 45 tahun, istri Slamet ditemukan meninggal di dalam lubang septic tank yang berada di belakang rumahnya. Korban diduga jatuh terperosok ke dalam lubang tersebut yang ambrol ketika menjemur pakaian. Informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30. Pagi itu, korban terlihat tengah sibuk menjemur pakaian yang habis dicuci. Untuk menjemur pakaian, korban harus menginjak di atas tanah lubang septic tank.
Tak lama ketika menjemur pakaian, tiba-tiba tanah di atas septic tank yang korban injak, ambrol begitu saja. Otomatis korban ikut terperosok ke dalamnya. Korban sempat berteriak minta tolong dan didengar oleh cucunya bernama Fia, berusia tujuh tahun. Melihat kondisi tersebut, sontak membuat bocah tersebut berteriak meminta tolong. Teriakan Fia tersebut, membuat keluarga dan warga sekitar, berhamburan keluar melihat apa yang terjadi. Selanjutnya dengan menggunakan alat seadanya, warga berusaha mengeluarkan tubuh korban dari dalam septic tank.
Sedangkan warga yang lainnya, melaporkannya ke petugas Polsek Pakis. Polisi yang mendapat laporan, langsung menuju TKP, sekaligus membantu evakuas bersama warga. Sayang begitu tubuhnya berhasil diangkat, nyawa nenek satu cucu ini tidak terselamatkan. “Dari hasil olah TKP dan evakuasi di tubuh korban, murni karena kecelakaan,” ungkap Kapolsek Pakis, AKP Gatot Setiawan.  Usai diperiksa petugas, jenasah korban oleh keluarganya langsung dikebumikan hari itu juga, di pemakaman umum desa setempat.
Sementara itu, Jumrotin, 75 tahun, warga Dusun Krajan RT02 RW01, Desa Pakisjajar, Pakis juga ditemukan tak bernyawa di dalam kamarnya. Nenek tujuh anak ini diduga meninggal karena serangan darah tinggi yang dideritanya. Informasi yang dihimpun, korban pergi ke kamar mandi, untuk ambil air wudhu. Usai ambil air wudhu, Jumrotin berniat untuk salat Subuh. Saat hendak salat itulah, penyakit darah tinggi yang diderita korban tiba-tiba kumat. Tak kuat menahan sakit, korban ambruk ketika akan naik ke tempat tidurnya. (big/mar)