Bekuk DPO Rampok

Tersangka Imam Fauzi, di Mapolres Malang.

KEPANJEN – Polres Malang, pagi kemarin berhasil menangkap seorang komplotan perampok asal Kabupaten Malang, yang dua teman sebelumnya ditembak mati oleh petugas Polres Lamongan. Yakni Imam Fauzi, warga Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo.
Pemuda berusia 25 tahun ini, dibekuk petugas Buser Polres Malang di Terminal Arjosari, saat mau pulang. Dia diamankan setelah namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Imam sendiri, terlibat sejumlah kasus perampokan di Lamongan, salah satunya rumah pengusaha palawija di Kecamatan Mantup, Lamongan. Uang dan harta benda senilai Rp 1 miliar milik korban saat itu berhasil digasak para pelaku.
“Tersangka ini kami tangkap setelah sebelumnya kami mendapat informasi kalau dia mau pulang ke Malang. Akhirnya anggota kami minta untuk menyanggong di Terminal Arjosari dan berhasil menangkapnya,” ungkap KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Haryanto.
Dia menambahkan, bahwa tersangka Imam Fauzi ini diduga juga terlibat dalam kasus perampokan di Kabupaten Malang, seperti di Singosari, Kepanjen, Lawang dan Poncokusumo. Hanya saja, sampai kemarin tersangka yang sempat kabur ke Bali ini, masih bungkam.
“Dari informasi yang kami dapatkan, komplotan perampok ini beraksi di wilayah Jawa Timur. Selain di Lamongan, mereka juga beraksi di Trenggalek, Tulungagung, Gresik dan Lumajang. Dan saat ini sendiri, kami masih mengembangkan untuk memburu pelaku lainnya,” ujar mantan Kanitlaka Polres Malang ini.
Sementara itu, dalam keterangannya Imam sendiri mengaku kalau dirinya merampok itu, karena ajakan salah satu temannya asal Kecamatan Tumpang. Imam mengatakan kalau dia dibujuk untuk ikut kerja kuli bangunan. Namun setelah setuju dan berangkat sama-sama, malah diajak merampok.
“Saat diajak itu saya percaya saja, karena ada lima orang lainnya. Namun setelah ikut malah diajak merampok. Dan ketika pertama merampok itu, saya mendapat bagian hanya Rp 500 ribu,” kata Imam Fauzi.
Imam menambahkan, bahwa setiap kali beraksi komplotannya ada sekitar 12 orang dengan menggunakan dua kendaraan mobil. Dan sasarannya biasanya adalah tempat penggilingan padi atau rumah yang kondisinya terlihat sepi.(agp/aim)