Kematian di Jalan Masih Nomer 1

MALANG – Angka kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas di Kabupaten Malang masih cukup tinggi. Selama bulan Januari sampai April 2013 tercatat ada 740 jumlah tindak pidana (JTP). Sedangkan untuk kasus kecelakaan sendiri ada 207 kasus.
Jika dibandingkan dengan kejadian 2012 lalu, untuk kasus kriminalitas ini ada peningkatan sekitar 14 persen. Sebab tahun 2012 lalu, mulai bulan Januari sampai April tercatat hanya 651 kasus. Yaitu dengan jumlah penyelesaian tindak pidana (JPTP) 431 kasus. Sedangkan 2013, JPTP yang sudah diselesaikan baru 395 kasus. Artinya untuk penyelesaian ada penurunan sekitar 8 persen.
Sedangkan untuk kasus kecelakaan, jika dibandingkan dengan tahun 2012, memang ada penurunan 13 persen. Tahun 2012 lalu, mulai Januari sampai April jumlah kasus kecelakaan ada 237 kasus. Namun untuk korban meninggal dunia (MD), untuk tahun ini ada peningkatan. Jika 2012 lalu korban MD ada 39 jiwa, tahun ini menjadi 40 jiwa.
Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan masih tingginya angka kecelakaan ini, karena makin tingginya masyarakat yang mempunyai kendaraan bermotor. Selain itu, penyebab kecelakaan itu karena masih banyak masyarakat yang belum sadar hukum dan masih melakukan pelanggaran saat di jalan raya.
“Kecelakaan lalu lintas itu terjadi, karena selalu diawali dari pelanggaran lalu lintas. Dan pelanggaran terjadi, karena pengguna jalan tidak mampu menghargai pengguna jalan lainnya. Mulai masih banyak yang menyisir dari sebelah kiri, atau menerobos lampu merah. Selain itu, kecelakaan terjadi juga karena kesiapan kendaraan masih kurang,” terang Adi Deriyan Jayamarta.
Sedangkan untuk tingginya kasus kriminalitas sendiri, mantan penyidik KPK ini, menuturkan bahwa Polres Malang sekarang ini sedang berusaha keras untuk menekan sekaligus mengungkap kasus kejahatan. Salah satunya dengan terus melakukan koordinasi dengan Polres Lamongan serta Polres Banywangi, untuk mengungkap kasus perampokan yang selama ini terjadi di Malang.
“Dari hasil koordinasi itu, siapa saja pelaku perampokan di Malang itu sudah terkuak identitasnya. Dan sekarang ini, kami masih berupaya untuk mengungkap pelakunya,” ujarnya.
Di HUT Bhayangkara ini, Kapolres Malang juga berpesan kepada masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran. Sekaligus mengharapkan peran serta dari masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Hal itu, karena partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, karena masyarakat mampu berperan sebagai mata dan telingan kepolisian.
“Kalau ada hal-hal yang kurang tepat baik itu etika hukum atau etika moral masyarakat, kami minta untuk segera disampaikan kepada kami, sehingga bisa segara ditindaklanjuti. Itupun juga untuk keamanan dan kenyamanan dari masyarakat sendiri,” paparnya.(agp/aim)