Keluarga Tuntut Bandi Dihukum Mati

PINGSAN : Nurul Ika, Nurul Ika yang nangis lalu pingsan usai dimintai keterangan sebagai saksi dalam persindangan Subandi Hari Prasetyo.

Anak Korban Pingsan Usai Memberi Keterangan
MALANG – Sidang lanjutan kasus pembunuhan yang dilakukan Subandi Hari Prasetyo, PNS Kesbangpol Pemkab Malang, Senin (10/6) kemarin sempat dihentikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Bambang Sasmita SH. Sidang diskors sekitar 5 menit, karena Nurul Ika, 16 tahun, anak Nuryanti, korban pembunuhan ini nangis histeris lalu pingsan, saat memberikan kesaksian.
Ika pingsan dipelukan Atik, kakak sepupunya usai memberikan keterangan sebagai saksi di persidangan. Gadis cantik yang masih pelajar SMA di Kota Malang ini, pingsan karena teringat dengan mendiang ibunya. Karena pingsan di dalam ruang sidang, supaya tidak mengganggu jalannya persidangan, Ika lalu digotong keluar. Sidang pun kembali dilanjutkan dengan agenda saksi lainnya.
Dalam keterangannya sebagai saksi, Ika mengatakan kalau dirinya kenal betul dengan terdakwa Subandi. Pria yang menjabat sebagai Kasubid Bina Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan HAM Bakesbangpol Pemkab Malang ini, diketahui kerap datang ke rumahnya di Desa Penarukan, Kepanjen untuk menemui ibunya (korban, red).
“Saya kenal dia (Subandi, red), karena sampir setiap hari datang ke rumah. Kadang ibu juga diajak keluar oleh dia. Kalau datang, kadang mengendarai sepeda motor kadang juga mobil,” tutur Ika.
Bahkan, sebelum Nuryanti (korban, red) diketahui hilang, Ika menuturkan bahwa Subandi ini yang terakhir kali bertemu dan keluar dengan ibunya. “Saya sempat bilang sama mama kalau tidak suka dengan Pak Bandi. Dan saya juga sudah mengingatkan supaya tidak dengan Pak Bandi,” kata Ika yang tidak mampu menahan deraian air matanya.
Selain Ika, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ali, kemarin juga mendatangkan tiga orang saksi lainnya. Diantaranya adalah Nanang Priyanto, anak angkat korban. Asik, tukang becak yang melihat korban terakhir kali keluar rumah dijemput oleh terdakwa. Dan  Yusuf, warga Jalan Gadang, Kecamatan Sukun, pemilik mobil Jeep yang digunakan oleh Subandi.
Sementara itu, mewakili keluarga, Atik, kakak sepupu Nurul Ika ini menuntut supaya terdakwa Subandi Hari Prasetyo dihukum seberat-beratnya dan setimpal dengan perbuatannya. “Kalau bisa kami sebagai keluarga, meminta supaya dia (Subandi, red) dihukum mati,” tegasnya yang diamini Nurul Ika.
Sekedar diketahui, pembunuhan sadis yang dilakukan Subandi terhadap Nuryanti ini, dilakukan pada 3 Maret 2013 lalu. Dia membunuh korban dengan menggunakan alat skop dan dicekik. Setelah meninggal korban lalu dikubur di kawasan hutan di Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur. Subandi sendiri didakwa dengan dakwaan primair pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP, tentang pembunuhan berencana.(agp/aim)