Malang Post

Banner
You are here: Kriminal 10 Pembeli Rumah Terancam Ngaplo

10 Pembeli Rumah Terancam Ngaplo

Share
MALANG – Keberanian Woodland Property untuk memasarkan perumahan North Point Residence, tampaknya harus diperhitungkan lagi. Bagaimana tidak, lahan seluas 6.313 m2 yang akan dibangun dua tipe rumah seharga Rp 383 juta – 650 juta itu, masih bermasalah.
Lahan yang terletak di Jalan Akordion Utara itu, masih dipermasalahkan ahli warisnya. Bahkan sertifikat tanah tersebut, sudah diblokir BPN Kota Malang, agar tidak dipindahnamakan.
Padahal, ada sekiar 10 user perumahan tersebut, yang membeli rumah di kawasan tersebut. Mereka membeli dua tipe rumah, Capella dan Altair.
Sementara permasalahan jual beli tanah milik almarhumah Tirah itu, makin memanas. Kemarin pagi, Suradi, salah satu ahli waris dan kedua keponakannya, Didik Wibowo dan Nanang Sudiarto, mendatangi Kantor Pertanahan Kota Malang di Jalan Danau Jonge, Sawojajar, Malang.
Mereka menemui Kasi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT) Kantor Pertanahan Kota Malang, Suri Hadiyanto, untuk memblokir sertifikat tanah seluas 6.313 m2 yang saat ini sudah dikuasai notaris Luluk Wafiroh, SH, SpN.
‘’Dari pertemuan itu, Pak Suri menyatakan pemblokiran sertifikat sudah dilakukan secara resmi oleh Kantor Pertanahan Kota Malang untuk menghindari upaya balik nama secara diam-diam,’’ terang Didik Wibowo, anak Lasmini, salah seorang ahli waris.
Menurutnya, Suri juga mengaku siap untuk melakukan mediasi dengan notaris Luluk, untuk mengembalikan sertifikat tersebut secepatnya.
Secara otomatis, paparnya, North Point Residence yang sedang membangun beberapa unit rumah di lahan sengketa itu, dianggap tidak bisa melanjutkan pekerjaannya.
‘’Setelah pemblokiran, kami juga bertemu dengan notaris Nunik Indah Rini SH, untuk membuat surat pembatalan jual beli dengan Luluk,’’ tegasnya usai menemui penyidik Satreskrim Polres Malang Kota kemarin.
Namun, diakui Didik, salah satu langkah untuk mempolisikan Luluk karena menggelapkan sertifikat, masih dipendamnya. ‘’Kami sudah bertemu dengan penyidik Satreskrim dan disarankan untuk mengajukan somasi kepada Luluk. Anjuran ini, kami turuti dan hari ini (kemarin, Red.) sudah kami buatkan untuk dikirimkan kepada Luluk. Isinya, kalau sampai hari Rabu (12/6) sertifikat tidak dikembalikan, maka proses hukum yang akan berbicara,’’ urai dia.
Sebagai langkah ketegasan tersebut, kemarin sore para ahli waris dan keluarganya memasang spanduk bertuliskan : “Tanah ini belum dibayar”. Termasuk menuliskan : “Kami ahli waris menyatakan, jual beli tanah belum sepakat dan kami batalkan karena dibayar dengan cek kosong”.  
‘’Biar orang lain dan calon pembeli rumah tahu, kami juga memasang poin-poin perjanjian kesepakatan bersama antara ahli waris dan Luluk, serta gambar cek kosong bertuliskan Rp 2,5 miliar dari salah satu bank yang diberikan Luluk untuk ahli waris,’’ pungkasnya.  
Sayangnya, pihak Woodland Property, pengembang North Point Residence mengaku baru hari ini akan memberikan keterangan tentang permasalahan tanah tersebut.
‘’Besok (hari ini, Red.) manajemen kami yang akan memberikan keterangan,’’ ujar salah satu karyawan di kantornya, Jalan Bromo Malang.
Informasi yang didapat Malang Post, North Point Residence sudah berhasil menjual sekitar 10 unit rumah dari dua tipe yang ditawarkan yaitu tipe Capella dan Altair.
Seperti diberitakan sebelumnya,  notaris Luluk terancam dipolisikan karena dianggap tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan jual beli tanah seluas 6.313 m2 milik almarhumah Tirah di Jalan Akordion Utara Malang.
Selain dianggap wanprestasi, wanita yang berkantor di Jalan Cengger Ayam Malang tersebut, juga dianggap melakukan penggelapan sertifikat tanah hak milik bernomor 1714 yang dikuasai lima ahli waris, yakni Condro, Poniti, Lasmini, Suradi dan Laseni, kesemuanya warga Jalan Akordion Malang. (mar/ley)
comments

Comments

 
0 #5 semelekete 2013-07-03 08:47
KAKEAN CANGKEM KABEH............ :P :P :P :P
Quote
 
 
+2 #4 aan 2013-06-11 04:24
Jangan-jangan bro Edin ini sahabatnya Raymond Tjandradjaya ya? Developer dengkul gadungan tukang tipu dan tilep. Tunggu tanggal mainnya giliran masuk Malang-Post :D
Quote
 
 
+2 #3 pengamat malang post 2013-06-11 01:37
Quoting edin:
kalo gak tau jangan ikut campur browww.......banyak omong ente

KAMU YANG JANGAN BANYAK NGOMONG!!!DIBAY AR BERAPA KAMU!!!WONG UDAH JELAS BPN MEBLOKIR SERTIFIKAT KOK MASIH JUALAN....ITU KEBOHONAN PUBLIK...APA KAMU UDAH NGERASAIN SEKOLAH BRO?????
Quote
 
 
-2 #2 edin 2013-06-11 00:58
kalo gak tau jangan ikut campur browww.......banyak omong ente
Quote
 
 
+2 #1 angak 2013-06-11 00:17
wah... pembeli harus berhati2...
banyak pengembang bodong...

salah satu modusnya beli tanah belum lunas, sudah diagunkan ke bank untuk dapat uang guna membangun rumah...

harus segera di BLACKLIST pengembang2 modal dengkul seperti ini !
Quote
 

This content has been locked. You can no longer post any comment.