Butuh Meja Belajar, ABG Tebang Pohon Perhutani

DIPERIKSA : Tersangka MS, saat diperiksa oleh penyidik kemarin.

WAJAK- Pelaku pencurian kayu tak jera dalam menjalankan aksinya. Yang memprihatinkan, pelakunya sudah mulai merambah ke kalangan anak-anak. Kemarin, MS, 15 tahun, asal Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak ditangkap petugas karena diketahui sedang menebang pohon jenis mahoni, di hutan desa setempat.
Dari tangang tersangka, petugas mengamankan lima lonjor kayu glondongan, satu buah papan pemotong, satu buah gergaji, dan satu buah buding besar. “Semua barang bukti tersebut, sudah kami bawa dan diamankan ke Mapolres Malang,” kata Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi, kepada wartawan kemarin.
Informasi yang berhasil diperoleh, tersangka menjankan aksinya bersama tiga orang temannya yang lain, juga masih remaja. Mereka adalah BT (14 tahun), NJ (15 tahun), dan AJ (15 tahun). Mereka diketahui menebang pohon di kawasan Hutan Desa Patokpicis, pada hari Sabtu (8/6) kemarin.
Saat menebang kayu itulah kata Ipda Sholeh Mas’udi, aksinya diketahui petugas polisi hutan yang kebetulan sedang patroli. “Saat ditangkap, mereka langsung kocar-kacir kabur. Sedangkan petugas polisi hutan hanya berhasil menangkap seorang pelaku saja, yakni MS ini,“ bebernya.
Kemudian, oleh petugas polisi hutan, tersangka kemudian dierahkan ke Mapolres Malang, untuk diamankan dan dilakukan proses hukum lebih lanjut. “Sedangkan untuk tiga pelaku lainnya, saat ini masih dikejar oleh anggota Satreskrim Polres Malang. Identitas mereka sudah diketahui,“ bebernya dengan gamblang.
Dihadapan penyidik, tersangka MS mengaku baru pertama kali melakukan tindak pidana illegall loging tersebut. “Saya hanya ikut-ikutan, karena diajak sama AJ. Kata AJ, kayu-kayu itu ditebang untuk dibuat meja, bukan dijual. Jadi kata dia, tidak menyalahi aturan,“ ucapnya.
Dia pun lantas menuruti ajakan dari AJ, untuk menebang kayu. Ditambahkannya, saat itu di rumahnya juga perlu kayu untuk membuat meja baru. “Saya menyesal. Saya berjanji tak akan mengulangi perbuatan ini lagi,“ sesalnya. Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 50 Ayat 3 Huruf h jo Pasal 78 Ayat 1 UU NO 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. (big/aim)