Lahan Tebu Perumahan Dijarah

MALANG-  YH dan kawan-kawannya, warga Jalan Ki Ageng Gribig Malang, dilaporkan PT. Giri Buring Adiraya (GBA) ke Satreskrim Polres Malang Kota, Rabu (5/6) lalu. Dalam laporan polisi tersebut, mereka dituduh telah menjarah lahan tebu seluas sekitar 14 hektar di lahan milik GBA. Penebangan lahan tebu itu dimulai YH dan teman-temannya sejak 27 Mei 2013 hingga kemarin. Buntut dari penjarahan tersebut, GBA mengalami kerugian hingga Rp 300 juta. Saat ini, kasusnya masih dalam penanganan polisi. Selasa (11/6), beberapa anggota Satreskrim Polres Malang Kota juga memasang police line di lahan yang dipermasalahkan tersebut. 
Dikonfirmasi masalah tersebut, pemilik PT. GBA, Umang Gianto membenarkannya. ”Saya dan bagain legal di PT GBA sudah melaporkan hal ini ke Polres Kota Malang. Jadi laporan itu atas nama PT,” ungkapnya via ponsel kemarin. Dia mengakui, terpaksa melaporkan masalah itu dan minta diselesaikan secara hukum, bukan dengan cara kekerasan. ”Status lahan tebu itu sudah kami beli sejak tahun 2012 lalu. Saat dibeli, sudah ada lahan tebu, namun tidak ada penyewanya,” tegasnya. Umang, panggilannya tidak mempermasalahkan bila YH mengklaim mengantongi surat sewa lahan tebu, sebab dia juga memiliki bukti yang kuat.
”Kami siap menghadapi lewat jalur hukum. Sebab, kami juga memegang bukti yang menguatkan bila lahan itu adalah milik kami. Yang jelas, YH juga bukan pegawai kami,” imbuhnya. Masih menurutnya, sejak membeli lahan itu, GBA sudah tinggal merawat kebun tebu yang ada. Pihaknya tidak tahu, apa yang mendasari YH berani menebang tebu di atas lahan milik GBA. ”Nanti dibuktikan di pengadilan, dia (YH) menyewa dari siapa. Sekarang biarlah diselesaikan polisi,” tandasnya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengaku pihaknya masih melakukan penyidikan terkait penjarahan itu. (ary/mar)