Geng Motor Ngamuk di Sawojajar

MALANG - Kawasan perumahan Sawojajar, kian tak aman. Bila sebelumnya, banyak aksi penjambretan, kini geng motor mulai berulah.
Menjelang dini hari kemarin, sekitar sembilan pemuda tak dikenal, mengamuk di depan Warung Kopi Budi, Jalan Danau Bratan Raya, Malang. Tanpa banyak kata, mereka memukul dan membacok empat pemuda yang asyik ngopi di tempat tersebut.
Empat korban keganasan kawanan pemuda tersebut, yakni Pasi Kiabadi, warga Jalan Danau Semayang, Pratama, warga Jalan Danau Sentani, Moas Priadiastara, warga Jalan Danau Maninjau dan Dimas, 17 tahun, asal Wagir. Keempat korban masih berusia 17 tahun.
korban ini, rata-rata menderita luka bacok di kepala dan tangan. Pratama yang paling parah. Senjata tajam pelaku mengenai otot tangannya. Hingga kemarin, Pratama, siswa SMAN 10 Malang, masih menjalani perawatan intensif di RSSA Malang.
Sedangkan Tara, sapaan akrab Moas Pradiastara, dirawat di RS Lavalette Malang. ‘’Kawanan pemuda ini juga merampas tas dan ponsel milik teman-teman,’’ tutur Pasi ditemui di rumahnya, kemarin. Diceritakan, awalnya Pasi dan beberapa teman mainnya di kawasan Sawojajar, minum kopi di Warung Kopi Budi.
‘’Memang saat itu, hanya saya dan teman-teman di lingkungan sini saja ngopi. Saat itu, Tara datang. Dia mengaku baru saja mengikuti lomba di Surabaya. Ingin minum kopi,’’ lanjutnya.
Sekitar 30 menit kemudian, Dimas dan Pratama bergabung minum kopi. Sementara, teman-teman Pasi di lingkungan tempat tinggalnya, akhirnya memilih pulang.
‘’Saya dilarang pergi oleh Tara. Dia minta ditemani,’’ papar siswa SMAN 6 Malang itu. Saat keempatnya minum kopi, tiba-tiba sekitar delapan pemuda datang dalam kondisi mabuk.
‘’Bau minuman keras sangat terasa. Mereka sempat mendatangi seorang bapak yang duduk di sebelah kami. Tapi ada yang melarang nganggu,’’ terang anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Menurut Pasi, suasana waktu itu langsung tidak enak. Dia merasa ada yang tidak beres. Perasaannya benar. Beberapa detik setelah itu, muncul salah seorang pemuda dengan menaiki motor.
‘’Dia turun dari motor dan mendekati kawan-kawannya yang mabuk. Setelah itu, mendatangi tempat kami. Tiba-tiba, Pratama yang duduk di sebelah saya, langsung dipukul hingga terjengkang. Saya lalu berdiri hendak mengamankan Pratama. Baru saja berdiri, saya merasa kepala saya disabet. Begitu saya raba, sudah ada darah,’’ urainya panjang lebar. Pemuda bertubuh tinggi inipun lari ke rumahnya yang berjarak sekitar satu kilometer.
Sontak, Heru, ayahnya dan Haki, kakaknya kaget. Mereka lantas mendatangi lokasi kejadian. Di sana, mereka hanya menemukan para korban dalam keadaan kesakitan sambil memegang luka bacok di kepala dan tangannya.
‘’Saya lalu mengantar mereka ke IRD RSSA Malang. Ada juga yang melapor ke Polsekta Kedungkandang,’’ terang Haki. Beberapa saksi mata yang ditemui di TKP, menduga gerombolan pemuda bermotor tersebut, berasal dari wilayah luar Sawojajar. Namun sampai saat ini, apa penyebab kawanan yang diduga geng motor itu mengamuk, masih belum diketahui.
‘’Ya, semalam memang ada kejadian itu. Pokoknya mereka memukul dan membacok korbannya. Mereka berbicara bahasa Jawa namun logat Madura,’’ ucap saksi yang minta namanya dirahasiakan. Sementara, Kapolsekta kedungkandang, Kompol Sutiono mengaku masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu.  (mar)