Satu Korban Meninggal, Pemilik Pabrik Belum Diperiksa

WAJAK – Masih ingat dengan ledakan tabung LPG di Dusun Krajan, Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak yang menyebabkan 10 orang mengalami luka bakar? Akhir pekan kemarin, satu dari 10 korban itu meninggal dunia, yaitu Samsul Sulianto, warga Jalan Kenongo, Desa Sukoanyar, Wajak.
Pria 32 tahun ini, menghembuskan nafas terakhirnya Sabtu (15/6) siang lalu sekitar pukul 10.30. Korban meregang nyawa setelah mendapat perawatan intensif selama 10 hari di RSSA Malang. Meninggalnya Samsul karena kondisi luka bakar yang dialaminya cukup parah.
Kapolsek Wajak, AKP Sardikan dikonfirmasi kemarin, membenarkannya. Korban yang meninggal dunia sudah dimakamkan keluarganya.
“Benar, satu korban meninggal dunia atasnama Samsul,” ungkap Sardikan.
Menurut dia, dari 10 orang yang mengalami luka bakar saat kejadian ledakan tabung LPG pada 5 Juni lalu, 7 orang dilarikan ke RSSA Malang karena luka bakar serius. Dan tiga diantaranya dirawat di Puskesmas Wajak, karena luka bakar ringan di kaki.
“Dari 7 orang yang dirawat, lima diantaranya sudah diperbolehkan pulang dan tinggal dua orang, yaitu Samsul Sulianto dan Edy. Namun korban Samsul Sulianto meninggal dunia Sabtu lalu, sekarang tinggal satu korban saja yang masih dirawat yakni Edy,” terangnya.
Sementara itu, untuk penyelidikan kasus ledakan LPG sendiri, Kapolsek menerangkan bahwa kasusnya masih dalam proses. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Pemilik home industri makanan ringan yang menjadi TKP ledakan, yakni H Iswadi, yang sebelumnya dianggap lalai masih belum dimintai keterangan.
“Penyelidikan masih terus berjalan. Saat ini kami masih merampungkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi korban terlebih dahulu,” katanya.
Seperti diketahui, 10 orang karyawan home industri makanan ringan jipang dan brondong di Dusun Krajan, Desa Sukoanyar, Wajak, 5 Juni lalu mengalami luka bakar. Itu setelah tabung LPG yang ada di ruang industri tempat ruang kerjanya, ngowos dan kemudian membakar mereka.
Dari hasil olah TKP, tim Identifikasi Polres Malang dan tim Pertamina Rayon VI Malang saat itu, ditemukan ada beberapa kelalaian yang dilakukan H Iswadi, pemilik home industri. Pertama home industri tidak boleh menggunakan tabung LPG ukuran 3 kilogram.Namun di home industri ini, masih menggunakan tabung ukuran 3 kilogram. Selang dan regulator yang digunakan sudah tidak safety atau tidak layak pakai. (agp/aim)