Minim Saksi, Diduga Anak Trek-Trekan

MALANG - Pengusutan kasus penganiayaan dan perampokan yang dilakukan kawanan pemuda geng motor di Sawojajar, cukup membuat polisi kerepotan. Pasalnya, hingga kemarin, polisi harus mengumpulkan banyak saksi yang dianggap mengetahui persis kejadian itu, termasuk menunggu beberapa korban kebrutalan kelompok ini sembuh. Seperti diketahui sebelumnya,    
menjelang Minggu (16/6) dini hari, dalam keadaan mabuk, sembilan pemuda tak dikenal turun dari empat motor yang dikendarainya dan langsung memukuli dan membacok empat pemuda yang sedang kongkow-kongkow di depan Warung Kopi Budi, Jalan Danau Bratan Raya, Sawojajar, Malang.
Keempat korban yang masih berusia 17 tahun itu, yakni Pasi Kiabadi, warga Jalan Danau Semayang Malang, Pratama, warga Jalan Danau Sentani Malang, Moas Priadiastara, warga Jalan Danau Maninjau Malang dan Dimas, asal Wagir. Mereka mengalami luka bacok di kepala dan tangan. Pratama, salah satu korban menderita  paling parah, sebab senjata tajam pelaku mengenai otot tangannya. Selain melakukan penganiayaan, para pelaku juga merampas tas dan ponsel milik korban. Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono mengaku pihaknya masih mengumpulkan saksi-saksi dan meminta keterangan secara intemsif.
“Anggota masih bergerak melakukan penyelidikan di lapangan. Hari ini (kemarin) korban sudah ada di kantor untuk dimintai keterangan. Kami juga berharap, kalau ada masyarakat yang kenal atau mengenali para pelaku, mohon bantu kami,” ucapnya. Menanggapi aksi geng motor ini, Kasatlantas Polres Malang Kota, AKP Erwin Aras Genda SH, sik juga mengingatkan jajarannya kembali melakukan patrol rutin ke wilayah-wilayah tersebut.  Sementara Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan mengimbau agar orang tua lebih ketat dalam membina dan mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan. “Untuk menghindari peristiwa serupa, orang tua  harus lebih ketat melakukan pengawasan,” paparnya.
Dia menjelaskan, pada usia remaja memang rentan dan mudah terpengaruh hal-hal negatif. “Jangan biarkan anak-anak masih berada di luar rumah pada jam-jam larut malam,” kata perwira yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Batu tersebut. Sementara itu, sumber terpercaya di lingkungan Polres Malang Kota, mengatakan para pelaku diduga kuat anak-anak yang suka melakukan trek-trekan di kota Malang. “Banyak sekali tempat trek-trekan di daerah dekat Sawojajar,” ungkap sumber ini.
Dijelaskan dia, dari modus kejahatan yang dilakukan gerombolan bermotor tersebut, bukan dilakukan oleh pemuda luar kota Malang. “Modus penganiayaan dan perampasan bersama-sama itu, dilakukan anak dalam kota Malang sendiri. Ada dugaan, ini berkaitan dengan kasus pertikaian antarpemuda di depan Warung Kopi Budi, satu bulan lalu. Ini kemungkinan pelakunya sama,” ujarnya sambil menyebut nama salah satu daerah di kawasan Kedungkandang yang diperkirakan tempat tinggal para pelakunya. (mar)