Lagi, Mediasi Nasabah BPF

MALANG - Kesabaran nasabah PT. Bestprofit Futures (BPF) Malang untuk menyelesaikan kasusnya, kembali diuji. Kemarin, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengundang beberapa nasabah untuk melakukan pertemuan di ruang rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang. Kusnadi, perwakilan Bappebti sempat menjelaskan bahwa kedatangan timnya di tempat tersebut untuk mencari informasi lebih jauh permasalahan yang dialami nasabah dan BPF. “Kami mengundang beberapa nasabah yang sudah tercatat di kami untuk bermediasi,” ujarnya kepada beberapa nasabah lain yang hadir.
Dia mengatakan, sesuai dengan fungsinya, melaksanakan pembinaan, pengaturan, pengembangan dan pengawasan kegiatan perdagangan berjangka serta pasar fisik dan jasa. “Inilah yang akan kami tanyakan kepada para nasabah,” lanjutnya. Kuasa hukum nasabah BPF, Gunadi Handoko, SH, MM, M.Hum menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, pihak Bappebti menanyakan berbagai hal tentang praktek yang dijalankan perusahaan perdagangan berjangka komoditi tersebut. “Mulai dari sistem penawarannya, pemberian password atau PIN,  penandatanganan surat perjanjian, dan segala hal yang berhubungan dengan munculnya permasalahan,” tegasnya.
Dia menjelaskan, pertemuan tersebut sebenarnya tertutup. “Klien saya diwawancarai satu persatu untuk dimintai keterangan. Saya sendiri minta hadir karena saya harus mewakili mereka sebagai kuasa hukum,” papar dia. Diakui Gunadi, kehadiran perwakilan Bappebti tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan manajemen BPF, Bappebti, Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (Bakti), Komisi A DPRD Kota Malang dan nasabah BPF yang difasilitasi Disperindag Kota Malang beberapa waktu lalu di Hotel Aria Gajayana Malang. (mar)