Lagi, Perlintasan KA Tanpa Palang Renggut Nyawa

PAKISAJI – Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu, kembali merenggut nyawa. Kemarin pagi, seorang pria lanjut usia tewas setelah tubuhnya dihantam KA Gajayana tujuan Jakarta – Malang, di perlintasan Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji.
Korban yang diketahui bernama Virlatif, 77 tahun warga Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kepanjen ini, meninggal dunia di TKP akibat luka parah di kepala.
Sebelum dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan, korban sempat dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk dimintakan visum. Bahkan, sebelum ditemukan identitasnya, korban sempat dinyatakan Mr X.
Diperoleh keterangan, peristiwa yang sempat menggemparkan warga sekitar itu, terjadi pukul 06.45. Sebelum kejadian menimpanya, korban terlihat berjalan kaki dari arah barat ke timur. Saat berjalan itu, korban terus menundukkan kepala tanpa melihat kanan dan kirinya. Bahkan, ketika melintas perlintasan KA, korban tetap berjalan menunduk.
Meski sempat diteriaki warga sekitar kalau ada kereta api yang mau melintas, korban cuek dan tidak menghiraukan. Imbasnya, begitu berada di tengah perlintasan, melaju KA Gajayana loco 00901 yang dimasinisi Cucuk, dari arah selatan yang langsung menabraknya.
Mengetahui ada orang ketabrak, KA sempat berhenti sejenak. Sementara warga sekitar yang mengetahui, langsung berdatangan untuk mengevakuasi jenazah korban. Sedangkan sebagian warga lainnya melaporkan ke petugas Polsek Pakisaji.
“Berdasarkan keterangan keluarga, ciri-ciri pakaian yang digunakan oleh korban memang sama. Dan korban sendiri, pergi dari rumah pamitnya jalan-jalan ke Pasar. Kemungkinan korban ini ketabrak KA, karena tidak melihat dan mendengar kalau mau ada kereta api yang melintas. Sebab keterangan dari keluarga, bahwa korban ini memang menderita tuna rungu,” terang Kepala Desa Curungrejo, Sujud.(agp/aim)