Mobi Polisi Nyemplung Sungai

EVAKUASI : Mobil naas, saat dievakuasi di lokasi kejadian menjadi tontonan warga sekitar.

KEPANJEN- Kecelakaan tunggal terjadi di jembatan Kedungpedaringan menghubungkan Kepanjen-Gondanglegi, Selasa dini hari sekitar jam 24.30 WIB kemarin. Sebuah mobil Toyota Inova nopol S 1690 RD  terperosok ke dasar Sungai Metro sedalam 10 meter. Meski tidak ada korban jiwa, mobil yang ditumpangi Briptu Agung Satriyo Wibowo, anggota intel Polres Mojokerto itu rusak berat.
Tiga dari empat penumpang mobil naas itu mengalami luka cukup serius, mereka adalah warga Mojokerto antara lain, Ahmad Muzaki, 27 tahun, yang menyetir mobil naas tersebut, Agung Satriyo, 25 tahun, Ahmad Rizki, 27 tahun. Hanya Adi Purwanto, 20 tahun yang tidak mengalami luka serius. Muzaki terluka di bagian wajah dan pangkal paha. Tulang tangan kanan Agung patah, dan hidungnya lecet. Sedangkan Rizki mengalami luka robek di dahi sisi kiri. Ketiganya saat ini mendapat perawatan di RSUD Kanjuruhan.
Kanit Laka Polres Malang, Ipda Purnomo mengungkapkan, sopir diduga  tidak memahami kondisi jalan. Saat itu, kendaraan melaju dari barat ke timur atau dari arah Stadion Kanjuruhan menuju Gondanglegi. Di lokasi kecelakaan, korban tidak mengurangi kecepatan kendaraan meski kondisi jalan berkelok dan minim penerangan.
“Kami duga, saat itu sopir dalam kondisi mengantuk. Mungkin sopir mengira jalannya lurus,” kata Purnomo.
Otomatis, membuat mobil naas tersebut masuk ke dalam Sungai Metro. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, langsung melaporkan ke Pos Satlantas Kepanjen. Menerima laporan itu, petugas bergegas datang ke lokasi kejadian.
Petugas langsung melakukan evakuasi para korban dibantu dengan warga sekitar. Ketiga korban yang mengalami luka serius itu, dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan intensif. Sempat berhembus kabar, salah seorang korban adalah anak salah seorang petinggi Polda Jatim.
Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kasatlantas Polres Malang, AKP Dwi Sumrahadi R SH SIK, membantahnya. “Setahu saya, tidak ada korban yang berstatus sebagai anak petinggi Polda Jatim, seperti isu yang marak berkembang,“ katanya kepada wartawan kemarin. (big/aim)