DPO Rampok Turen Terdeteksi Lewat Sinyal BB

DIGIRING : Tersangkat Sam, saat digiring menuju sel tahanan Mapolres Malang.

KEPANJEN- Marsam alias Sam, sejak kemarin harus meringkuk di balik jeruji Mapolres Malang. Warga Desa Tempuran, Pasrepan, Kabupaten Pasuruan itu, dijebloskan ke dalam tahanan karena diduga sebagai penadah barang hasil rampokan. Pemuda berusia 21 tahun ini, dibekuk Buser di Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Sebagai barang buktinya, petugas menyita satu unit BlackBerry yang diketahu hasil dari kejahatan perampokan. “Kasusnya masih kami kembangkan. Sebab ada dugaan kasus ini melibatkan jaringan yang lebih luas lagi,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi kepada wartawan kemarin.
Dia menjelaskan, tersangka diduga terlibat dengan perampokan yang terjadi di Desa Karangsuko, Turen, pada bulan November 2012 silam. Korban diketahui bernama Roni Indiriadi, yang kehilangan beberapa barang berharga dengan total kerugian Rp 56 juta. Dan salah satu barang berharga itu, adalah BB yang dipegang tersangka Sam.
“Tersangka kami lacak, melalui PIN BB korban yang hilang. Kemudian, anggota buser menyaru sebagai perempuan, mengajak tersangka bertemu di Purwosari,“ kata Mas’udi sapaan akrabnya.
Dia menjelaskan, tersangka menyanggupi bertemu di Porwosari, dan seketika itu ditangkap oleh anggota buser Polres Malang. Tersangka langsung dibawa ke Polres Malang untuk diproses hukumnya dan dilakukan pe-lidikan lebih lanjut.
“Tersangka kami jerat pasal 365 subsider 450 tentang penadahan barang hasil rampokan, dengan ancaman hukumannya maksimal selama empat tahun pemjara,“ ungkapnya.
Sedangkan tersangka dihadapan penyidik yang memeriksanya, BB itu dibeli dari temannya Anton warga Pasuruan, yang saat ini masih buron. Karena BB yang ditawarkan kepadanya murah, dia pun membelinya. Sam membeli BB tersebut seharga. Rp. 800.000 yang jauh lebih murah dari harga pasaran.
“Saya tidak tahu kalau BB itu hasil rampokan. Karena ditawari dengan harga murah, saya membelinya,” kata pemuda yang mengaku bekerja sebagai petani ini.
Tersangka juga mengaku pernah melakukan tindakan pidana kejahatan lainnya, berupa pencurian sepeda motor di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan. Hanya saja, kiprahnya dalam pencurian motor tersebut selalu lolos dari penyergapan kepolisian.
“Saya tiga kali melakukan pencuria sepeda motor di Pasuruan. Selama itu, saya tidak pernah tertangkap. Eh ini malah tertangkap kasus penadahan barang rampokan,” ucapnya dengan enteng. (big/aim)