Keberatan Dakwaan JPU, Suhadi Anggap Wanprestasi

SIDANG : Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, M. Suhadi SE MAP menjalani sidang dugaan penipuan mobil rental di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen.

KEPANJEN –M. Suhadi SE MAP, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. Sidang lanjutan kedua kasus dugaan penggelapan mobil, yang diketuai Majelis Hakim Bambang Sasmita SH ini, kemarin agendanya tanggapan (eksepsi) dari kuasa hukum Suhadi, atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam surat eksepsinya, M.S. Alhaidary, SH, MH menuturkan sangat keberatan atas dakwaan dari JPU. Alasan keberatannya, karena sejak awal penyidikan perkara kasus Politisi PDI-P ini, diketahui terjadi banyak pelanggaran.
Pelanggaran pertama, masa penyidikan yang dianggap melanggar batas waktu. Sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 12 / 2009 pasal 31 ayat 1 dan 2, lama penyidikan untuk perkara paling sulit adalah 120 hari (4 bulan).
“Namun kenyataan yang terjadi pada Suhadi ini jelas sangat melanggar Perkap. Dimana surat perintah penyidikan 25 Juni 2012, namun baru dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen pada 28 Mei 2013. Selang waktunya hampir setahun. Lantas sesulit apakah perkara Suhadi ini sampai lama lebih dari batas waktu yang ditentukan. Dan ini masyarakat harus tahu, karena Perkap ini menyangkut kepentingan masyarakat dalam hal pelanggaran hak asasi manusia,” terang M.S. Alhaidary, SH, MH.
Keberatan lainnya terkait pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri Kepanjen. Dan masih banyak lagi keberatan karena pelanggaran dalam perkara ini.
Disinggung apakah kasus Suhadi ini, merupakan kasus Perdata yang dipaksakan menjadi Pidana ? Alhaidary, masih belum berani mengatakannya. Dia akan mengatakan kenyataan yang sebenarnya pada waktu sidang selanjutnya.
“Lihat saja perkembangan nanti di persidangan. Kalau saya katakana sekarang, tidak logis,” katanya.
Sementara itu, Suhadi sendiri ketika dikonfirmasi sebelum menjalani masa sidang, menanggapi bahwa kasus yang dihadapinya sebenarnya bukanlah penipuan. Tetapi adalahwanprestasi.  Sehingga dia berkacamata bahwa kasusnya bukanlah pidana, tetapi seharusnya adalah perdata.
“Sebetulnya ini bukan penipuan tetapi wanprestasi. Dan saya sendiri memiliki bukti bahwa apa yang saya lakukan bukanlah penipuan. Kalaupun dipermasalahkan, seharusnya adalah perdata. Dan terkait tuduhan sendiri, sebetulnya saya sudah berniatan mengembalikan mobilnya. Tetapi Suratman (pelapor) menolak menerima, dan malah meminta yang baru,” kata Suhadi, yang kemarin memakai kemeja putih dengan rompi kuning bertuliskan tahanan dengan nomor 23.
Ditanya soal hidupnya di dalam LP Lowokwaru. Suhadi mengaku bahwa tidak ada orang yang istimewa di dalam LP. Derajat semua orang sama. Yaitu tidur sama-sama diubin, dan makanpun juga mendapat jatah yang sama. “Saya di Blok 7 dengan Ernowo (perwira Polres Malang Kota, yang tersangkut masalah penggelapan mobil bersama istrinya) dan para pelaku narkoba. Total semuanya ada tujuh orang di dalam blok,” tandasnya.(agp/aim)