Cabuli Siswi SMP , Kuli Bangunan Dicokok

DIPERIKSA : Wawan Sugianto, 25 tahun, duda yang bekerja sebagai kuli bangunan menjalani pemeriksaan Polisi karena dianggap mencabuli siswi SMP.

WAGIR - Wawan Sugianto, 25 tahun, sejak awal pekan lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Duda tanpa anak warga Dusun Krobyokan, Desa Jedong, Kecamatan Wagir ini, ditahan karena tuduhan pencabulan terhadap siswi salah satu SMP di Kota Malang. Sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya, red), 15 tahun, warga Jalan Muharto Gg VII Kota Malang.
“Dia (tersangka, red) ini ditangkap petugas di tempat kerjanya sebagai kuli bangunan di wilayah Kecamatan Dau. Ketika diamankan, dia sama sekali tidak mengelak tuduhan pencabulan itu,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Menurut Wawan, hubungannya dengan Bunga itu adalah sepasang kekasih. Keduanya menjalin asmara setelah saling kenal pada awal Januari 2013 lalu. “Saya kenal dengan dia (korban, red) di sekolahnya ketika menjemput teman saya,” tutur tersangka Wawan.
Dari perkenalan itu, mereka lalu saling tukar nomor HP yang kemudian dilanjut dengan terus berkomunikasi. Karena sering komunikasi itulah, akhirnya mereka saling jatuh cinta.
Sementara perbuatan terlarang yang dilakukan Wawan ini, dilakukannya dua kali. Semuanya dilakukan di dalam rumahnya ketika sedang kosong. Pertama 7 Juni lalu dan kedua pada 14 Juni lalu. “Hubungan itu saya lakukan atas dasar suka sama suka. Dia mau saya ajak melakukan hubungan itu, karena saya janjikan untuk dinikahi,” ujar tersangka.
Terbongkarnya perbuatan bejat Wawan ini sendiri, bermula dari kecurigaan orangtua korban karena anaknya pulang terlambat. Meski awalnya saat ditanya, Bunga tidak mengaku. Namun setelah didesak akhirnya dia mengaku dan menceritakannya.
Mungkin karena tidak terima mendengar pengakuan anaknya itu, akhirnya orangtua korban melaporkannya ke petugas Polres Malang, hingga Wawan berhasil diamankan. “Tersangka ini kami jerat dengan pasal 81 dan 82 Undan-undang perlindungan anak nomor 23 tahun 2002, dengan ancaman hukuman di atas 12 tahun kurungan penjara,” tegas Soleh Mas’udi. (agp/aim)