Cek Cok Soal Teh, Tikam Teman Sendiri

BANTUR - Hanya masalah sepele, seorang pemuda warga Dusun Krajan, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur nekat menikam tetangganya sendiri dengan belati. Akibat tusukan itu, Adam, 55 tahun, harus dilarikan ke RS Wava Husada Kepanjen. Korban mengalami luka tusuk serius di perutnya hingga membuatnya tak sadarkan diri sampai kemarin.
Sedangkan Ripin, 19 tahun, pelaku penusukan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di tahanan Mapolsek Bantur. Dia ditangkap petugas di rumahnya Kamis sore di rumahnya setelah mendapat laporan keluarga korban.
"Kondisi korban kritis dan tak sadarkan diri sampai sekarang (kemarin, red). Sebelum dirujuk ke RS Wava Husada Kepanjen, korban sempat dilarikan ke RS Islam Gondanglegi," ungkap Kanitreskrim Polsek Bantur Aiptu Anjis.
Diperoleh keterangan, sebelum melakukan penusukan korban dan tersangka ini sama-sama bekerja sebagai buruh tebang kayu. Keduanya kerja di ladang milik warga sekitar yang tak jauh dari rumahnya. Semula keduanya tidak ada masalah. Mereka sempat bercanda saat bekerja.
Perselisihan antar keduanya terjadi saat istirahat siang pukul 12.00. Saat itu tersangka yang merasa kecapekan dan haus menanyakan minuman teh pada korban. Tetapi korban mengatakan tidak tahu. Dan setelah dicari ketemu dan tersangka menuduh korban yang menyembunyikan, hingga terlibat cek-cok mulut.
Usai cek-cok mulut, keduanya sama-sama pulang ke rumahnya. Namun tersangka yang masih menaruh dendam, mengambil belati yang kemudian mendatangi korban di rumahnya. Begitu bertemu, tanpa banyak bicara tersangka langsung menikamkan belati. Mengetahui korban bersimbah darah, tersangka langsung kabur.
Korban yang saat itu langsung tak sadarkan diri, oleh keluarganya dilarikan ke rumah sakit. Setelah mereka melaporkannya ke petugas Polsek Bantur, hingga tersangka diamankan. "Pengakuan tersangka dia menusuk itu karena dendam," ujar Anjis.(agp/aim)