Kades Saptorenggo Ajukan Penangguhan Penahanan

DIPERIKSA : Tersangka Suhartono, ketika diinterogasi Kasubag Humas Polres Malang dan dikawal oleh anggota.

KEPANJEN – Baru sehari mendekam di balik rutan Mapolres Malang, Suhartono, Kepala Desa (Kades) Saptorenggo, Kecamatan Pakis, ternyata sudah tidak betah. Pria 43 tahun ini, mengajukan penangguhan penahanan. Pengajuan penangguhan sendiri diajukan lewat pengacaranya, Dwi Indrotito Cahyono, SH, kemarin.
“Benar, surat pengajuan penangguhan hari ini tadi (kemarin, red) saya ajukan. Disetujui atau tidaknya, urusan belakang. Namun saya berharap penangguhan itu bisa terealisasi,” ungkap Dwi Indrotito Cahyono.
Alasan penangguhan adik kandung Suhadi, anggota DPRD Kabupaten Malang yang saat ini tengah berada di LP Lowokwaru, menurut Tito, karena ada beberapa alasan. Pertama antara kliennya dengan korban, Abdul Kamid sudah terjadi kesepakatan berdamai dengan menyelesaikan secara kekeluargaan.
Suhartono sudah berjanji untuk mengembalikan uang sewa sebesar Rp 17,5 juta beserta uang ganti ruginya. Kedua, kliennya sampai saat ini masih menjabat sebagai kepala Desa Saptorenggo. Terhitung jabatan Kades sejak 2007 itu, baru akan berakhir 11 Desember 2013. Sehingga, Suhartono yang akrab disapa Jambul ini sangat dibutuhkan keberadaanya oleh  masyarakat Desa Saptorenggo.
“Dan alasan lainnya, karena Jambul ini tidak akan kabur. Apalagi, dia masih menjabat sebagai Kades. Dulu dianggap tidak kooperatif oleh penyidik itu, karena klien saya bingung mencari uang untuk mengganti uang sewa korban,” katanya.
Sementara itu, kasus penipuan dengan tersangka Suhartono ini sendiri, kemarin digelar oleh Kasubag Humas Polres Malang Ipda Soleh Mas’udi. Dalam gelar perkara, keterangan tersangka Suhartono ini sempat membingungkan Kasubag Humas. Karena jawaban dari pertanyaan tidak sama. Namun demikian, dia mengakui bahwa pernah menyewakan tanah bengkok kepada Abdul Kamid. Besarnya Rp 17,5 juta, untuk sewa tanah selama tiga tahun sejak 2011.
Tetapi pada kenyataannya, sebelum disewakan kepada Abdul Kamid, tanah sebelumnya sudah disewakan ke H Amin Suparno. Namun belum selesai masa sewa, Suhartono menyewakan kepada Abdul Kamid, hingga terjadi perselesihan karena korban tidak bisa menggarap tanah yang disewa.
“Saat pak Abdul Kamid dan Abah Parno (H Amin Suparno) ini bersilisih, saya langsung mengundangnya ke balai desa untuk diselesaikan Desa. Tetapi  ujung-ujungnya saya dilaporkan meski sudah saya berjanji untuk mengembalikan uangnya,” tutur Suhartono.
Disinggung soal uang sewa dari Abdul Kamid, tersangka Suhartono menuturkan kalau uang itu sudah habis. Alasannya, uang habis selain untuk mencukupi kebutuhan keluarga, juga habis digunakan untuk operasional desa.
“Uang sewa tanah dari Abdul Kamid, saat itu saya pergunakan untuk operasional desa. Berapa jumlahnya saya lupa. Namun yang jelas uang sewa dari Abdul Kamid yang saya terima saat itu sebesar Rp 17,5 juta,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, adik Suhadi, anggota DPRD Kabupaten Malang, yakni Suhartono yang menjabat Kepala Desa Saptorenggo, dijebloskan ke dalam bui atas penipuan. Suhartono, menyusul kakaknya yang lebih dulu ditahan karena dugaan kasus penggelapan.(agp/aim)