Polisi Dor DPO Rampok

MALANG – Polres Malang benar-benar tak memberi ampun bagi pelaku perampokan yang berhasil ditangkap. Kemarin, Salik, DPO rampok terpaksa dilumpuhkan petugas Buser, dengan ditembak kakinya. Tak tanggung-tanggung, tiga peluru langsung disarangkan di kaki kanan warga Jalan Sampurna, Dusun Kebalon, Desa Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang ini.
Pria 40 tahun ini, dilumpuhkan karena berusaha melawan dan kabur ketika akan ditangkap. Meski tiga pelor peluru itu sampai meretakkan tulang kakinya, namun Salik masih beruntung, karena dia tidak sampai ditembak mati. Sebab dua temannya asal Kecamatan Tumpang dan Singosari, yaitu Kancil dan Heni, sebelumnya tewas diterjang peluru petugas Polres Lamongan.
“Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas menembak kakinya, karena dia sempat melawan dan berusaha kabur. Apalagi, tersangka Salik ini sendiri tidak hanya sekali melakukan perampokan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Sebelum berhasil dibekuk petugas Buser Polres Malang di rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Wajak, tersangka Salik ini sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi mendapatkan nama Salik, dari pengembangan komplotan pelaku perampokan yang ditembak mati di Lamongan.
Awalnya pada 8 Juni lalu, petugas menangkap Imam Fauzi, 25 tahun, warga Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo. Kemudian dari tersangka Imam ini, kemudian muncul nama Salik. Setelah beberapa hari diburu, Salik akhirnya berhasil diamankan.
Dalam pemeriksaan, tersangka Salik mengaku kalau dirinya memang komplotan pelaku yang ditembak mati di Lamongan. Selain beraksi merampok di Lamongan, bapak empat anak ini, juga mengaku merampok dibeberapa TKP di wilayah Kabupaten Malang.
Diantaranya merampok di rumah Miskan, 50 tahun, juragan selep padi di Dusun Sanggrahan, RT 09 RW 03, Desa Mangunrejo, Kepanjen pada 3 Mei 2013 lalu. Selain menyekap korban dan keluarganya, pelaku juga menguras barang-barang berharga senilai Rp 232 juta. Diantaranya, perhiasan emas seberat 30 gram, uang tunai senilai Rp 12 juta, mobil Avanza, sepeda motor Honda Vario, beberapa unit HP serta barang-barang berharga lainnya.
Kemudian merampok di rumah H Sugianto, di Dusun Krajan, Desa Sidodadi, Lawang pada 7 Mei 2013. Dari perampokan itu, kawanan perampok berhasil menggondol barang-barang senilai Rp 300 juta. Yaitu dua unit mobil, Daihatsu Grand Max nopol N 1244 CH dan Suzuki APV nopol N 9185 GA dan motor Yamaha Mio.
“Di dua TKP itu, tugas saya hanya berjaga di luar rumah dengan membawa batu bata. Dari dua aksi itu, saya mendapat bagian Rp 8 juta. Yaitu Rp 5 juta dari aksi di Kepanjen dan Rp 3 juta dari aksi di Lawang. Uangnya habis untuk biaya bangun nikah,” ujar Salik.
Selain beraksi di Kepanjen dan Lawang, Salik juga mengaku beraksi di dua TKP di wilayah Kecamatan Pakis. “Kalau TKP Pakis, itu sudah lama pada 2012 lalu,” tegasnya.(agp/aim)