Tercium Keterlibatan Orang Dalam

MALANG - Pencurian perhiasan dan berlian senilai ratusan juta rupiah di rumah Hengky Wijaya, 62 tahun, yang juga rekanan Mabes Polri, mulai didalami polisi. Anggota gabungan Polsekta Sukun dan Satreskrim Polres Malang Kota melihat ada beberapa kejanggalan dalam pencurian di rumah Jalan Simpang Dieng I/17 Malang tersebut.
Meski masih dalam penyelidikan intensif, namun dugaan keterlibatan ada orang dalam yang melakukan pencurian, mulai mengemuka. Informasi yang didapat Malang Post, dua dari beberapa kejanggalan yang sangat terlihat yakni waktu pencurian yang hanya 20 menit serta anjing pelacak K-9 Sabhara Polres Malang Kota yang berputar-putar cukup lama di dalam rumah korban.
‘’Petunjuk anjing memang tidak bisa dijadikan pembuktian. Namun, jejak sidik jari yang dicium anjing pelacak, paling tidak bisa menunjukkan bagaimana pelaku beraksi. Saat dua kali melakukan penciuman dari lemari korban yang dibongkar, anjing tersebut menuju ruang makan dan kamar mandi,’’ ucap sumber Malang Post di Polres Malang Kota.
Selain itu, waktu pencurian yang hanya 20 menit karena ditinggal Ima, istri Hengky ke pasar, menunjukkan pelaku sangat paham dengan seluk beluk keluarga pemasok alat-alat perlengkapan Polri ini.
Kejanggalan lain yang diungkap sumber yang juga perwira itu, yakni dua anjing Siberian Husky yang tidak menggonggong saat ada orang tak dikenal masuk ke dalam halaman rumah korban. ‘’Saya memang sempat tidak percaya kenapa anjing itu katanya tidak menggonggong,’’ ujar Ima saat polisi melakukan olah TKP. Pengakuannya ini berbanding terbalik dengan saat anjing K-9 datang, dua anjing yang berada di dalam kandang, menggonggong berulangkali.
‘’Ada yang menarik lagi, di dalam rumah ternyata juga ada satu anjing. Dia juga tidak menggonggong. Analisanya, pelaku pasti sangat dikenal oleh anjing-anjing tersebut,’’ tegas sumber yang wanti-wanti dirahasiakan namanya itu.
Dikonfirmasi perihal kejanggalan itu, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Masih kita dalami. Raut wajah korban menunjukkan orang yang terkena musibah,” katanya.
Disinggung apakah pencurian itu juga terkait dengan modus untuk memperoleh asuransi, Arief, sapaannya mengaku penyelidikan belum sejauh itu. “Tentunya jika ada temuan, akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pencuri membobol rumah Hengky, pengusaha rekanan Mabes Polri. Dari rumah itu, pencuri membawa kabur perhiasan dan berlian senilai ratusan juta rupiah. Kasus ini bahkan menjadi atensi Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum. Mantan Kapolres Trenggalek ini mendatangi TKP dan melakukan koordinasi dengan jajaran Satreskrim serta Polsekta Sukun untuk mengungkap pelakunya. (mar)