Disanggong, Mahasiswa PTS Dibantai

MALANG - Sekelompok pemuda tak dikenal, kemarin sekitar pukul 18.00 mengeroyok seorang pemuda bernama Nando, 23 tahun. Tanpa banyak kata, mereka membacok tangan kiri dan kepala kiri korban yang diketahui asal Timor Leste ini. Saking kuatnya bacokan parang yang digunakan salah satu pelaku, parang tersebut menancap di kepala. Hingga semalam, korban masih menjalani perawatan di IRD RSSA Malang. Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono SH, SIK yang mendatangi TKP mengatakan, korban merupakan mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya. Pihaknya juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah, N 2675 AG yang dikemudikan korban.
“Nama korban dan tempatnya berkuliah, kami dapat dari seorang teman kuliah korban yang kebetulan sedang lewat. Temannya melihat motor itu sering dipakai Nando,” ungkap Lukman, panggilannya. Disinggung tentang motifnya, perwira ini mengatakan masih mendalami lebih lanjut. “Kita masih melakukan olah TKP dan mencari saksi-saksi. Namun apakah kejadian ini ada unsur balas dendam atau murni perampokan, masih dalam penyelidikan,” tegas dia. Lukman mengakui, sempat tersiar kabar di kalangan anggota Satreskrim Polres Malang Kota, bila korban adalah DPO dalam kasus penganiayaan di sekitar Ruko Pelita, Jalan Candi Trowulan, 30 Maret 2013 lalu.
Ketika itu,  Jasito seorang pemuda asal Timor Leste yang berkuliah di  STIE Malang Kuceqwara dibacok tangannya hingga nyaris putus oleh sekelompok pemuda, saat dia membeli nasi goreng di tempat tersebut. “Belum bisa disimpulkan apakah korban merupakan Nando yang masuk dalam DPO Polres Malang Kota ataukah ini Nando yang lain,“ ungkap mantan Kasatlantas Polres Kediri Kota ini. Informasi lain yang didapat Malang Post, korban Nando diduga sudah disanggong terlebih dulu oleh sekitar 10 pemuda luar Jawa di pertigaan Jalan Taman Agung Malang.  Saat korban melintas dengan mengendarai Yamaha Vixion merah itu, mereka langsung mengejar. Korban yang tahu langsung memacu motornya.
Nahas karena di depan pertigaan Balai Merdeka Universitas Merdeka (Unmer) Malang, sepeda motornya bersenggolan dengan pengendara motor Honda Supra. Keduanya terjatuh. “Saat terjatuh itulah, kelompok pemuda itu datang mendekat dan langsung mengeroyok. Ada yang bawa parang, gergaji dan batako,” tutur Neno Prawoto, satpam kampus Unmer. Korban sempat berusaha lari, namun jarak 50 meter, dia kembali terjerembab dan dibacok. Puas melihat korbannya sudah tidak berdaya, para pelaku kabur dengan mengendarai motornya masing-masing. (ary/mar)