Pembacok Nando Mulai Teridentifikasi

MALANG - Anggota gabungan Polsekta Sukun dan Satreskrim Polres Malang Kota bergerak cepat untuk mengungkap kasus penganiayaan yang dialami Fernando alias Nando, 23 tahun. Kemarin, polisi sudah mengantongi identitas kelompok pemuda yang menganiaya korban di Jalan Dieng, tepatnya depan Balai Merdeka Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Menurut Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK, identitas pelaku didapat setelah memeriksa sekitar 10 saksi. “Hingga sekarang (kemarin), penyidik kami masih memeriksa semua saksi. Dari keterangan saksi itu, muncul perkiraan pelaku penganiayaan tersebut,” tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (23/6) pukul 18.00, gerombolan pemuda tak dikenal menyanggong Nando di  Jalan Taman Agung Malang. Begitu korban lewat dengan mengendarai motor Yamaha Vixion warna merah, N 2675 AG, para pelaku langsung mengejarnya. Melihat hal ini, Nando yang kuliah di Universitas Katolik Widya Karya itu kabur. Sayang, motornya berserempetan dengan motor lain di depan Balai Merdeka Unmer. Begitu dia jatuh, sekitar 10 pelaku langsung menganiaya dan membacok tangan serta kepalanya dengan menggunakan kapak.
Tetapi, Arief belum mau membuka motif penganiayaan terhadap pemuda yang kos di Jalan Klampok Kasri I Malang tersebut. “Ini masih proses penyelidikan. Bisa saja masalah wanita atau dendam. Kita identifikasi, pelakunya juga anak-anak yang satu daerah dengan korban. Biasanya permasalahan muncul juga karena dua faktor itu,” ucap mantan Kasatreskrim Polres Tuban tersebut.  Ketika disinggung rumor bahwa kasus ini merupakan buntut dari penganiayaan terhadap Jasito, pemuda asal Timor Leste di sekitar Ruko Pelita, Jalan Candi Trowulan, 30 Maret 2013 lalu, Arief mengaku butuh waktu untuk membuktikannya.
Pria yang bernah berdinas di Polrestabes Surabaya itu mengungkapkan, pihaknya belum bisa memeriksa korban karena masih menjalani perawatan. “Yang pasti Nando yang jadi korban penganiayaan ini, bukan Nando yang jadi DPO kita. Namanya memang mirip, namun bukan yang kita cari-cari,” tegasnya. Di bagian lain, Nando mulai dipindahkan ke kamar 13 RSSA Malang untuk  menjalani perawatan lebih intensif, dini hari kemarin. Tim medis sebelumnya menunggu kondisinya pulih agar bisa segera menjalani operasi karena kapak pelaku yang masih menancap di kepala kirinya. (mar)