Dendam, Ketua RT Dibacok

DIPERIKSA: Tersangka Robianto digelandang petugas Polres Malang.

DAMPIT – Karena tidak terima orangtuanya dihina, membuat Robianto, 35 tahun, ini gelap mata. Warga Dusun Kampung Gesing, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit ini, nekat menganiaya Bohijan, 50 tahun, Ketua RT 02 desa setempat. Korban yang diketahui masih saudaranya ini, dibacok menggunakan senjata tajam jenis parang.
Akibat sabetan senjata tajam tersebut, tangan Robianto robek dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara Robianto sendiri, selang satu jam setelah penganiayaan itu langsung diamankan petugas Polsek Dampit, yang kemudian diserahkan ke Mapolres Malang.
“Tersangka Robianto ini, kami tangkap di rumahnya sesaat setelah mendapat laporan dari korban. Ketika kami amankan tidak ada perlawanan dari tersangka,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Diperoleh keterangan, sebelum terjadi penganiayaan ini, korban Bohijan, diminta tolong oleh Suhardi, tetangganya untuk menguruskan surat tanah yang dibeli dari Rasmiyati (orangtua tersangka Robianto). Karena dimintai tolong itu, empat hari sebelum kejadian Bohijan mendatangi rumah Rasmiyati untuk menanyakan sertifikat tanah.
Tetapi ketika ditanyakan, ternyata sertifikat tanah sedang berada di Bank, karena sebelumnya dibuat jaminan untuk meminjam uang oleh tersangka. Mendengar jawaban itu, Bohijan yang kecewa lalu menghina Rasmiyati, dengan berkata supaya Rasmiyati tidak bisa membayar cicilan sehingga disita bank.
Rasmiyati sendiri, yang tidak terima dihina oleh Bohijan, keesokan harinya mengadukan kepada anaknya Robianto. Tersangka yang mendengar pengaduan ibunya, langsung naik pitam dan menyimpan dendam pada Bohijan.
Dendam tersangka sendiri, tersampaikan saat dia mau pulang ke rumah mertuanya di Tirtoyudo, melintas di depan rumah Suyitno, Selasa (25/6) malam. Saat melintas itu, dia melihat Bohijan ada di depan rumah Suyitno sedang bermain remi. Karena beranggapan bahwa saat itu adalah waktu yang tepat untuk balas dendam, tersangka lalu pulang untuk mengambil senjata tajam parang.
Setelah itu, dia kembali menghampiri korban. Setelah terlibat cek-cok mulut terlebih dahulu, tersangka langsung mengayunkan parah ke arah kepala korban. Beruntung korban yang sigap berhasil menangkis dengan tangan kanan. Warga sekitar yang mengetahui, lantas melerai dan kemudian melarikan korban ke rumah sakit.
“Saya melakukan itu karena dendam. Saya tidak terima kalau sampai orangtua dihina seperti itu. Apalagi orangtua perempuan yang dihina,” ujar tersangka Robianto.(agp/aim)